Aktual, Independen dan Terpercaya


Pesawat Australia Pulang, Dua Pesawat Rusia Datang

helikopter.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Indonesia mendatangkan 2 unit pesawat amphibi Beriev Be-200 beserta 20 personil crew pesawat dari Rusia. Rencana pesawat akan mendarat‎ pada rabu esok hari pukul 01.30 WIB di Palembang.

 

Upaya mendatangkan bantuan pesawat ini menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho untuk menambah daya gempur water bombing di Sumsel pasca ditariknya bantuan dari luar negeri. (KLIK: Kabut Asap, 45 Penerbangan Bandara SSK II Batal)

 

Pesawat Be-200 adalah pesawat amphibi yang legendaris untuk water bombing yang memiliki kapasitas 12.000 liter dan mengambil air di sungai, danau atau laut. Indonesia pernah menggunakan pesawat ini untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan tahun 2007.

 

"Pesawat water bombing bantuan Malaysia dan Australia sendiri telah pulang ke negaranya pada hari senin kemarin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pesawat Bombardier dari Malaysia dan Hercules dari Australia mengakhiri tugasnya selama 5 hari," ungkap Sutopo dalam rilisnya kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa (20/10/2015) petang. (BACA: Tabrani Rab Turun Aksi Riau Melawan Asap)

 

Sutopo menguraikan saat ini hanya helikopter Chinook Mustang yang masih beroperasi melakukan water bombing di Sumsel. "Dengan ditariknya bantuan asing tersebut maka untuk operasi udara di Sumsel hanya tinggal 11 unit helly water bombing dan pesawat untuk hujan buatan dengan total 10 unit dari Indonesia. Sedangkan satu unit lagi dari bantuan Singapore," jelas Alumnus Pendidikan Geografi Universitas Gadjah Mada ini.

 

Untuk strategi water bombing BNPB memindahkan 2 pesawat Air Tractor ke Pangkal Pinang. Sedangkan 3 unit mobil tangki, tandon air kapasitas 5.000 liter, bahan kimia dan lainnya telah disiapkan di Pangkal Pinang.

 

"Pemindahan homebased ini untuk memudahkan operasi karena Lanud Palembang sering tertutup asap sehingga jarak pandang pendek dan pesawat tidak bisa terbang," tandas Sutopo.