Kabut Asap, 45 Penerbangan Bandara SSK II Batal

Penumpang-Bertumpuk-di-Bandara-SSK-II.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/SUCI AULYA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan di Sumatera membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II terganggu. Sepanjang hari ini, hanya 4 penerbangan berhasil beroperasi.

 

Sesuai jadwalnya, Sebanyak 70 penerbangan bakal beropaerasi di Bandara SSK II, Pekanbaru. Dari jumlah tersebut sebagian penerbangan telah membatalkan status penerbangannya sejak sehari sebelumnya. (KLIK: PT PLM Susul PT LIH Sebagai Tersangka Kasus Kebakaran Lahan)

 

"Dari total 70 penerbangan, sampai pukul 18.00 WIB ini jumlah yang batal itu ada 45 penerbangan. 24 penerbangan telah membatalkan sejak kemarin sedangkan 21 sisanya membatalkan hari ini karena cuaca yang tak memungkinkan untuk lakukan penerbangan," ujar Ibnu kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa (20/10/2015).

 

Penerbangan yang berhasil melakukan penerbangan sendiri adalah maskapai Silk Air baik dari dan menuju Singapora pada pukul 13.15 WIB dan maskapai Citilink dari dan menuju Batam pada pukul 14.30 WIB. (BACA: Hanya 22 Perusahaan HPH dan HTI Miliki Rencana Aksi Karhutla)

 

"Pada pukul 12.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB itu jarak pandang sudah lumayan bagus. Pada pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB jarak pandang berada di kisaran 1000 meter. Sejam berikutnya di pukul 15.00 WIB naik jadi 1500 meter," urainya.

 

"Namun pada pukul 16.00 WIB penerbangan jadi turun drastis sampai di angka 700 meter. Kita juga kaget tadi lihat perubahan drastis itu," tambah Ibnu di meja kerjanya. (LIHAT: Mahasiswa Unri Gelar Sidang Pengadilan Jokowi-JK)

 

Menurunnya jarak pandang tersebut mengakibatkan 2 penerbangan Garuda dari Jakarta mengalami divert atau pengalihan pendaratan.

 

"Garuda 174 ini divert ke Batam sedangkan Garuda 171 itu divert ke Padang. Sedangkan Batik Air dari Jakarta melakukan pendaratan kembali ke asal atau back to base. Sekarang kita tinggal menunggu pesawat Batik Air dari Halim Perdana Kusuma Jakarta yang belum tahu statusnya karena tadi sudah terlanjur melakukan take off," jelas Ibnu.