RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperluas skrining penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di berbagai fasilitas kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi penularan virus tersebut sedini mungkin pada pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan angka penularan HIV di Riau masih cukup tinggi. Sejak tahun 1997 hingga Triwulan I Tahun 2026, jumlah kumulatif temuan kasus HIV di Riau mencapai 11.523 kasus.
Sementara, dalam tiga tahun terakhir, rata-rata terjadi sekitar penularan 1.000 kasus baru setiap tahunnya.
"Kasus HIV di Riau memang menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya skrining HIV di Puskesmas dan rumah sakit, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini dapat ditemukan lebih cepat," ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, skrining sangat membantu pemerintah untuk mendeteksi penderita HIV lebih cepat sehingga lebih cepat pula ia bisa mendapatkan pengobatan.
Berdasarkan data skrining, kasus HIV paling banyak ditemukan di Kota Pekanbaru, dengan jumlah 6.718 kasus atau sekitar 58,3 persen dari total kasus di Riau. Sementara itu, 11 kabupaten/kota lainnya masing-masing memiliki proporsi kasus di bawah 10 persen.
Pihaknya berharap masyarakat ikut bersinergi dan segera memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Segera memeriksakan diri sedini mungkin bila memiliki faktor risiko serta menjalani pengobatan secara teratur bagi yang telah terdiagnosis. Dengan begitu, kualitas hidup pasien tetap baik dan penularan dapat dicegah," pungkasnya.

