PN Bengkalis Vonis Mati Dua Terdakwa Narkoba

humas-PN.jpg
(andrias)

Laporan: ANDRIAS

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Dua orang terdakwa pelaku narkotika jenis sabu-sabu, 19 kilogram ponis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. Sidang vonis mati tersebut dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2020 pukul 14.00 WIB kemarin secara Daring.

Hal itu dikatakan, Humas PN Bengkalis Mohd Rizky Musmar SH MH. Dia menyampaikan untuk perkara Abdillah Febriadi adalah perkara 271 dan Rico Risaldo merupakan perkara 274 Pidsus 2020 dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan tuntutan 20 tahun penjara denda RP2 Miliar dan subsider selama 6 bulan.

"Dalam hal ini majelis berpendapat lain terhadap tuntutan tersebut, karena ada hal-hal yang ditemukan dalam fakta persidangan maka majelis hakim memvonis kedua terdakwa tersebut dengan hukuman mati," kata Mohd. Rizky Musmar, Kamis 6 Agustus 2020.

Dijelaskanya, Sidang dilakukan melalui daring atau secara telekonference. Kebetulan dalam perkara ini kedua terdakwa juga tidak mau didampingi pengacara, jadi kedua terdakwa menyatakan sikap banding soal vonis itu.

Sementara, terdakwa Abdillah Febriadi alias Batak alias Ade Vicent Bin Abas Hasibuan warga Kartama RT04 RW07 Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru diterapkan oleh JPU Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narokotika.

Kemudian, terdakwa Rico Lisando alias Ripo Bin Alm Lisril, Batang Tabik (Sumbar) lahir pada 20 Desember 1995 warga Jorong Batang Tabuk Kenagarian Sungai Kemunyang Desa Sungai Kemunyang Kec. Luak Payakumbuh Kabupaten Lima puluh Sumbar. Pasal yang diterapkan oleh JPU Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terpisah, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bengkalis Irvan Rahmadani Prayogo SH saat dikonfirmasi mengenai putusan vonis majelis hakim tersebut menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, kedua terdakwa 19 kg sabu yakni Abdillah Febriadi (31) dan Rivo Risaldo (24) diduga merupakan komplotan jaringan narkotika internasional. Kasus bermula saat aparat kepolisian mengendus akan masuknya sabu dari negara tetangga Malaysia dalam jumlah besar pada Januari 2020.

Polisi dan petugas terkait langsung mengamankan keduanya saat di selat Bengkalis menggunakan kapal patroli. Saat akan ditangkap, komplotan itu sempat lolos dan tim narkoba langsung mengejar kedua tersangka. Akhirnya Abdillah ditangkap di Jalan Lintas sungai Pakning, Desa Buruk Bakul, Bukti Batu, Bengkalis. Didapati 19 kg sabu dalam kendaraan yang mereka tumpangi.

Putusan vonis mati tersebut, dipimpin Ketua majelis Hakim Rudi Ananta Wijaya SH MH dengan dua anggota Zia Ul Jannah Idris SH MH dan Aulia Fhatma Widjola SH sedangkan dari JPU Kejaksaan Negeri Bengkalis Irvan Rahmadani Prayogo SH.