Tengku Azwendi Usulkan Solusi Permanen Atasi Banjir di Jalan Sudirman

Tengku-Azwendi-Apresiasi-Bea-Cukai-Ungkap-Dugaan-Peredaran-Rokok-Ilegal.jpg
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Banjir yang kembali melanda sejumlah titik di Kota Pekanbaru setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.

Ia menilai penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui perencanaan yang komprehensif seiring pesatnya perkembangan kota.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan RS Awal Bros Pekanbaru, yang kerap tergenang saat hujan deras. Kondisi tersebut bahkan disertai arus air yang cukup deras sehingga dinilai membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

“Pertumbuhan Kota Pekanbaru saat ini tentu jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu, penataan kota harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sanitasi, drainase, parit, hingga saluran air di kawasan permukiman maupun jalan-jalan utama,” kata Azwendi, Selasa 25 Juli 2026.

Politisi Partai Demokrat itu mengapresiasi sejumlah langkah penanganan banjir yang telah dilakukan pemerintah dan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya adalah perbaikan sistem drainase di kawasan depan Pasar Buah yang dinilai mampu mengurangi genangan air saat hujan.

“Kita melihat ada beberapa titik yang sudah diperbaiki dan hasilnya cukup baik. Ini menunjukkan bahwa jika dikerjakan dengan serius, persoalan banjir bisa diminimalisir,” ujarnya.

Selain itu, Azwendi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan dan perhatian yang diberikan dalam membantu penanganan banjir di Kota Pekanbaru, khususnya di sejumlah ruas jalan protokol.



“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang begitu serius membantu penanganan banjir,” katanya.

Meski demikian, menurut Azwendi, langkah penanganan darurat saat hujan deras tidak cukup untuk mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh. Ia menegaskan perlunya solusi jangka panjang karena banjir tidak hanya terjadi di jalan protokol, tetapi juga di banyak kawasan permukiman yang kerap terdampak luapan air.

Ia mengingatkan masyarakat agar turut berperan dalam menjaga fungsi saluran drainase, salah satunya dengan tidak melakukan penyempitan parit atau saluran air yang sudah ada.

“Parit-parit besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman maupun jalan protokol lainnya jangan dipersempit. Saluran yang sudah besar harus diteruskan hingga terhubung ke anak sungai agar aliran air menjadi lancar,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Azwendi mengusulkan pembangunan saluran drainase berukuran besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang terhubung langsung ke sungai-sungai utama. Menurutnya, infrastruktur tersebut akan menjadi investasi penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pembangunan kolam retensi atau waduk penampungan air sementara di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan sekitar Jalan Jenderal Sudirman. Dengan adanya kolam retensi, limpahan air hujan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai sehingga tidak langsung menggenangi badan jalan maupun permukiman warga.

“Kalau memang dibutuhkan, buat kolam retensi. Air ditampung sementara sebelum dialirkan ke sungai sehingga tidak langsung melimpah ke jalan maupun permukiman,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, Azwendi juga mengusulkan agar pembangunan drainase di Pekanbaru mengakomodasi sistem utilitas bawah tanah atau ducting untuk jaringan kabel. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya membuat penataan kota lebih rapi, tetapi juga meningkatkan fungsi infrastruktur perkotaan.

Ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, persoalan banjir di Pekanbaru diperkirakan akan semakin kompleks seiring meningkatnya pembangunan dan pertumbuhan kota.

“Lima tahun ke depan kondisi ini bisa lebih parah, apalagi sepuluh tahun mendatang jika tidak kita siapkan dari sekarang. Karena itu, dibutuhkan keberanian pemerintah untuk menyusun perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari masyarakat agar program penanggulangan banjir bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.