Api Karhutla di Batang Cenaku Dekati Kawasan Permukiman Warga

Api-Karhutla-di-Batang-Cenaku-Dekati-Kawasan-Permukiman-Warga.jpg
Karhutla di di kawasan Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku yang diunggah oleh akun Instagram @explorepekanbaru, Kamis, 10 September 2026. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, INHU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali meneror Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Kali ini, kobaran api dilaporkan terjadi di kawasan Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku. 

Kondisi di lokasi bahkan terlihat cukup mengkhawatirkan setelah api membakar hamparan vegetasi kering dan merambat cepat di tengah cuaca panas serta tiupan angin.

Situasi tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian beredar di media sosial. Rekaman itu diunggah akun vt ilham yxzzz dan turut dilansir akun Instagram @explorepekanbaru, Kamis, 10 September 2026.

Dalam video tersebut terlihat kobaran api berukuran besar membentang di sepanjang lahan di pinggir jalan tanah. Api tampak menjalar melalui semak belukar dan pepohonan yang berada di sekitar kawasan perkebunan.

Dalam video tersebut, tampak asap pekat berwarna abu-abu kecokelatan membumbung tinggi ke udara. Kepulan asap bahkan terlihat menutupi sebagian kawasan sehingga membuat jarak pandang di sekitar lokasi terganggu.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena titik api terlihat berada tidak jauh dari bangunan yang diduga merupakan rumah atau bangunan perkebunan milik warga.

Di sekitar bangunan tersebut terlihat sejumlah batako dan beberapa sepeda motor yang terparkir. Kobaran api yang hanya berjarak beberapa meter membuat warga harus bergerak cepat untuk mencegah api semakin mendekati bangunan.



Di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga terlihat berusaha melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia.

Selang air tampak membentang di atas tanah. Warga berupaya menyemprotkan air ke arah titik api sekaligus membasahi area yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Sebagian warga lainnya terlihat memantau arah pergerakan api dan angin. Mereka juga berusaha memastikan kobaran api tidak menyeberang ke sisi lain dan mendekati permukiman.

Kondisi itu menggambarkan betapa cepatnya ancaman Karhutla dapat berubah menjadi bencana ketika api berada di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering.

Api yang membakar semak dan lahan kering juga berpotensi semakin cepat meluas apabila angin bertiup kencang.

Berdasarkan informasi yang beredar, kebakaran di kawasan tersebut diperkirakan telah melahap puluhan hektare lahan yang terdiri dari area perkebunan, semak belukar, dan vegetasi kering.

Yang menjadi perhatian utama bukan hanya luas lahan yang telah terbakar, tetapi potensi api untuk terus menjalar ke kawasan lainnya.

Terlebih, apabila kondisi cuaca tetap panas dan angin terus bertiup, bara api yang terlihat kecil sekalipun dapat kembali membesar dan menjalar ke vegetasi yang masih kering.

Peristiwa di Batang Cenaku menjadi alarm bahwa ancaman Karhutla di Riau belum berakhir.

Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas yang menghasilkan api di tengah kondisi lahan kering juga harus dihindari karena dapat menjadi pemicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Warga yang menemukan titik api diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Hingga kini belum diketahui berapa total luas lahan yang terbakar serta bagaimana perkembangan penanganan Karhutla tersebut.