Karhutla Belum Usai, Kobaran Api Membakar Lahan di Kota Lama Inhu

Karhutla-Belum-Usai-Kobaran-Api-Membakar-Lahan-di-Kota-Lama-Inhu.jpg
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Lama, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Selasa, 8 September 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, INHU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau masih belum berakhir. Di tengah berbagai upaya pemerintah dan aparat dalam menekan potensi kebakaran, titik api kembali muncul di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kali ini, kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Kota Lama, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Selasa, 8 September 2026.  Kobaran api terlihat membesar dan dengan cepat merambat di kawasan yang dipenuhi vegetasi serta pepohonan sawit.

Peristiwa tersebut terekam dalam siaran langsung melalui media sosial TikTok yang diunggah oleh akun @muhammadjunaidi470. 

Dalam tayangan tersebut, terlihat kobaran api menjalar di antara pepohonan sawit dan membakar rerumputan serta ranting-ranting kering yang berada di sekitar lokasi.

Api tampak semakin membesar. Kepulan asap putih terlihat membumbung ke udara, sementara suara gemercik api yang membakar rerumputan, ranting kayu dan material kering terdengar cukup jelas dalam rekaman video.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga tampak penasaran dan ikut menyaksikan kobaran api. Kondisi tersebut menggambarkan betapa cepatnya api merambat ketika lahan dalam kondisi kering dan terdapat banyak material yang mudah terbakar.

"Karhutla di Kota Lama, Inhu," ujar pemilik akun dalam siaran langsung tersebut sembari memperlihatkan kondisi kebakaran.



Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti luasan lahan yang terbakar di wilayah Kota Lama. Penyebab munculnya api juga masih belum diketahui, termasuk apakah kebakaran tersebut terjadi akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Munculnya Karhutla di Kota Lama menjadi perhatian karena persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau hingga kini masih menjadi tantangan serius.

Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mencegah serta menangani Karhutla. Namun, kemunculan titik api di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa ancaman kebakaran masih terus membayangi.

Sebelumnya, perhatian terhadap persoalan Karhutla di Riau juga telah melibatkan pemerintah pusat. 

Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kementerian terkait telah memberikan perhatian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra, termasuk Riau.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta Menteri Lingkungan Hidup M. Jumhur Hidayat juga turut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan dan Karhutla.

Namun, munculnya kembali kebakaran di Kota Lama menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas berbagai langkah yang telah dilakukan di lapangan.

Kebakaran yang terjadi secara berulang tidak hanya berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan lain apabila asap menyebar ke wilayah permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Api yang terlihat cukup besar dalam rekaman video belum dapat menjadi dasar untuk memastikan luas kawasan yang terdampak. Diperlukan pendataan dan pengecekan langsung di lapangan untuk mengetahui luasan sebenarnya.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Peristiwa Karhutla di Kota Lama kembali menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan pengawasan yang berkelanjutan. Bukan hanya ketika api sudah membesar, tetapi juga melalui upaya pencegahan sejak munculnya potensi titik api.