WALHI dan Menteri LH Beda Data Soal Adanya Lahan Konsesi Terbakar Tahun 2026

WALHI-dan-Menteri-LH-Beda-Data-Soal-Adanya-Lahan-Konsesi-Terbakar-Tahun-2026.jpg
Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Even Sembiring, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat kegiatan Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis di Balai Adat LAMR, Kota Pekanbaru, Jumat, 21 Agustus 2026. (Winda Turnip/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup 2026 di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Kota Pekanbaru, Jumat, 21 Agustus 2026. 

Agenda dengan tema "Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis" ini, dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Aryo, Gubernur Provinsi Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, LAM Riau, serta jajaran pejabat Forkopimda dan tamu undangan lainnya. 

Dalam konferensi pers bersama awak media, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan Pemerintah terus bersinergi dengan semua pihak terkait untuk melakukan penanggulangan dan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

Menurutnya, Karhutla pada tahun ini tidak terjadi di lahan-lahan konsesi perusahaan. Melainkan di wilayah hutan yang tidak terjaga atau lahan terbuka masyarakat. 

"Tidak ada laporan Karhutla terjadi di lahan konsesi, kebakaran terjadi di lahan masyarakat dan hutan. Kita sudah menyurati agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya. 



Ia menjelaskan, nihilnya kebakaran di lahan konsesi perusahaan menunjukkan perusahaan patuh pada aturan. Diantaranya selalu meninjau tinggi permukaan air tanah dan membuat sekat kanal jika permukaan air dibawah 40 cm. 

"Kita bersyukur kebakaran tidak terjadi pada wilayah konsesi. Penerima konsesi patuh dan taat pada perintah regulasi. Kemarin kita sudah kumpulkan sekitar 400 perusahan pemilik lahan konsesi di seluruh Indonesia, kita berikan lagi sosialisasi," jelasnya. 

Akan tetapi, peryataan Menteri LH ini langsung dibantah dengan data yang berbeda oleh Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Even Sembiring. Menurutnya, berdasarkan peninjauan WALHI melalui analisis satelit dan peninjauan langsung ke lapangan, ada beberapa titik api di lahan konsesi perusahaan di Riau dan Kalimantan Barat. 

"Sepertinya data kami berbeda, kita sudah melaporka ke Kapolda Riau ada beberapa lahan perusahaan yang menjadi lokasi titik api," jelasnya. 

Boy mengatakan, WALHI mengharapkan koordinasi dan kolaborasi yang baik dari semua pihak untuk memastikan skema pertanggungjawaban yang ketat kepada para pelaku kebakaran hutan dan lahan. 

"Kami juga menyampaikan agar menuntut tanggung jawab pemulihan pasca bencana dan pidana kepada pada pelaku Karhutla," pungkasnya.