Walhi Laporkan 372 Perusahaan Terindikasi Terlibat Karhutla ke Kemensetneg

Pemadaman-karhutla-di-rimbo-panjang.jpg
Pemadaman karhutla di Rimbo Panjang, Kampar (Tangkapan layar/Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melaporkan 372 perusahaan yang diindikasi terlibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kamis 15 September 2026.

Laporan kali ini merupakan laporan kedua setelah laporan pada tanggal 11 September 2026 lalu, yang hanya mengidentifikasi 262 perusahaan. 

Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Even Sembiring mengatakan, ada tambahan 110 perusahaan yang dilaporkan pada hari ini, meliputi perusahaan dari wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua.



"Dari 372 perusahaan yang dilaporkan, 223 merupakan pemegang HGU atau bergerak di sektor perkebunan, 148 merupakan pemegang PBPH, dan satu perusahaan merupakan pemegang izin usaha pertambangan," ujarnya kepada Riau Online, Kamis, 17 September 2026. 

Pemantauan lapangan ini dilakukan untuk memperkuat data dan informasi mengenai kondisi di lokasi yang terindikasi mengalami karhutla.

Laporan WALHI yang telah disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara selanjutnya diteruskan kepada kementerian teknis terkait.

Diantaranya Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), untuk dilakukan verifikasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing.