Akankah Janji Kenaikan Pangkat Terwujud di Saat Asap yang tak Kunjung Reda

Akankah-Janji-Kenaikan-Pangkat-Terwujud-di-Saat-Asap-yang-tak-Kunjung-Reda.jpg
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (Kumparan)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau hingga Selasa, 15 September 2026 masih menjadi persoalan serius. 

Sejumlah daerah di kabupaten/kota di Riau dilanda kabut asap yang memperburuk kondisi udara dan berdampak terhadap masyarakat.

Kabut asap dilaporkan melanda sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Pelalawan, Dumai, Siak, Kampar, Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hilir (Rohil), hingga Kota Pekanbaru.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Lebih dari 10 ribu warga disebut terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi udara yang memburuk.

Di tengah situasi tersebut, muncul kembali sorotan terhadap janji Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan pangkat Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan apabila berhasil menangani karhutla di Provinsi Riau.

Janji tersebut disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Riau, Senin, 24 Agustus 2026 lalu.

Saat itu, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan jajaran aparat dalam penanganan karhutla, khususnya upaya preventif.

"Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus," kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga sempat menanyakan masa tugas Pangdam Riau dan Kapolda Riau selama berada di Provinsi Riau.

"Pangdam sudah berapa lama di sini?" tanya Prabowo.

Pangdam Agus Hadi Waluyo kemudian menjawab bahwa dirinya telah menjabat selama sekitar satu tahun.

"Siap, 1 tahun," jawab Pangdam Agus.



Prabowo kemudian beralih menanyakan masa tugas Kapolda Riau.

"Kapolda?" tanya Prabowo.

"Siap, baru 17 bulan, eh baru 1 tahun lebih, Bapak," jawab Kapolda Riau.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Prabowo kemudian meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencarikan kenaikan jabatan bagi keduanya.

Namun, kenaikan jabatan tersebut dikaitkan dengan keberhasilan penanganan karhutla di Riau.

"Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri," tutur Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sebagai bentuk apresiasi atas kinerja jajaran aparat dalam menangani karhutla yang saat itu menjadi perhatian pemerintah.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak segan memberikan apresiasi kepada pihak yang dinilai bekerja dengan baik. Sebaliknya, ia mengaku akan memberikan teguran apabila menemukan sesuatu yang tidak beres.

"Saya bukan apa-apa, saya kalau, Anda tahu saya kan... kalau enggak beres aku juga bicaranya juga ketus ya. Tapi kalau bagus saya bicara bagus," ungkapnya.

Kini, memasuki 15 September 2026, persoalan kabut asap di sejumlah wilayah Riau kembali menjadi sorotan.

Sejumlah daerah masih dilanda kabut asap. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau, tetapi juga disebut terjadi akibat asap kiriman dari daerah tetangga.

Dampaknya dirasakan masyarakat, terutama dengan memburuknya kondisi udara dan munculnya keluhan kesehatan.

Lebih dari 10 ribu warga disebut terdampak ISPA di tengah kondisi kabut asap yang semakin menjadi-jadi.

Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan janji kenaikan pangkat yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo kepada Pangdam Riau dan Kapolda Riau.

Akankah kenaikan pangkat atau jabatan tersebut tetap diberikan ketika ancaman kabut asap akibat karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Riau?

Pertanyaan tersebut menjadi sorotan di tengah kondisi kabut asap yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Sebab, sebelumnya Presiden Prabowo telah mengaitkan apresiasi berupa kenaikan jabatan dengan keberhasilan penanganan karhutla di Riau.

Saat itu, Prabowo bahkan menyebut angka 900 hektare sebagai ukuran yang harus diselesaikan sebelum pembahasan kenaikan jabatan dilakukan.

"Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri," kata Prabowo.

Kini, ketika sejumlah kabupaten/kota kembali dilanda kabut asap dan ribuan masyarakat terdampak ISPA, perhatian kembali tertuju pada sejauh mana penanganan karhutla di Riau telah berhasil dilakukan.

Di sisi lain, keputusan mengenai kenaikan jabatan tetap berada pada kewenangan pimpinan institusi masing-masing sebagaimana arahan Presiden sebelumnya.

Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah daerah Riau pun menjadi ujian bagi penanganan karhutla, sekaligus menjadi perhatian terhadap janji apresiasi yang disampaikan Presiden Prabowo pada 24 Agustus 2026 lalu.