Asap Karhutla di RI Diduga Sampai Vietnam, Kemenhut Telusuri Sumbernya

karhutla-di-riau-lanud.jpg
Pantauan udara kebakaran lahan yang dilakukan Satgas Karhutla Riau. (Liputan6.com/Dok Lanud Roesmin Nurjadin)

RIAU ONLINE - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia disebut meluas hingga Vietnam. Namun, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) belum memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pemerintah akan kembali memeriksa data tersebut untuk memastikan asap itu berasal dari Indonesia atau negara lain.

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Dyah Murtiningsih, menyatakan dibutuhkan pendalaman sebelum memastikan asal asap yang dilaporkan mencapai negara tetangga itu.

"Kita akan cek kembali apakah data itu (asap karhutla sampai Vietnam) benar dari Indonesia atau tidak, nanti akan kita cek. Karena tidak hanya Indonesia yang mengalami kebakaran sebenarnya, terjadi di negara-negara yang lain juga," kata Dyah di UGM, Selasa, 15 Septmber 2025, dikutip dari Suara.com.

Menurutnya, informasi tersebut perlu didalami agar tidak langsung menjadi isu yang dibesar-besarkan tanpa kepastian sumber. Di sisi lain pemerintah, tetap memprioritaskan penanganan kebakaran yang terjadi di dalam negeri.



Dyah menyebut Kemenhut bersama Kepolisian, BNPB, TNI, dan Polri masih melakukan penanganan karhutla. Upaya pengendalian juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Sebenarnya pengendalian sudah dilakukan melalui OMC, tetapi OMC ini kalau kita bicara melalui hujan buatan, tetapi OMC ini juga tergantung dari kondisi iklimnya," tandasnya.

Kemenhut menyatakan penanganan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan institusi terkait diminta terlibat dalam mencegah kebakaran meluas.

Kemenhut juga akan mengevaluasi kejadian karhutla dan menyiapkan penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran. Langkah tersebut menyasar masya

"Nah, tentu saja kami juga akan melakukan evaluasi dan juga akan melakukan penegakan hukum bagi mereka-mereka baik itu masyarakat, baik itu perusahaan yang memang sengaja melakukan, terutama yang sengaja melakukan kebakaran hutan itu terjadi," tegasnya.