Karhutla Muncul Kembali di Riau, 19.851 Ha Hutan dan Lahan Terbakar Sejak Awal 2026

Api-Karhutla-di-Batang-Cenaku-Dekati-Kawasan-Permukiman-Warga.jpg
Karhutla di kawasan Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kembali muncul di Provinsi Riau, Selasa 15 September 2026. Padahal selama tiga hari sebelumnya, Provinsi Riau sudah nihil karhutla. 

Kepala BPBD Provinsi Riau M Edy Afrizal mengatakan, karhutla yang terpantau baru muncul hari ini berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).

"Untuk hari ini memang ada penambahan lima titik api yang level confidence-nya sudah tinggi. Dan itu berada di Kabupaten Inhu 3 titik dan Inhil 2 titik," ujarnya. 

Berdasarkan data Senin  14 September 2026, ia menyebut sedikitnya ada 21 hektare lahan yang sedang dalam tahap pemadaman dan pendinginan.



Meskiakumulasi kebakaran hari ini belum bisa dihitung, Edy mengatakan pihaknya mendata karhutla sudah menghanguskan 19.851 hektare lahan dan hutan sejak awal tahun 2026.

Tim pemadaman api juga terus berjibaku di lahan-lahan yang masih terbakar untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Upaya pemadaman api terus dilakukan dengan water bombing dan pembuatan hujan buatan atau OMC. 

Meski demikian, menurut Edy, karhutla di Riau seharusnya tidak menyebabkan kabut asap yang pekat, seperti di Kota Pekanbaru hari ini. Pihaknya menduga, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru diakibatkan asap kiriman dari Provinsi Jambi.  

"Kami koordinasi dengan BMKG, kabut asap hari ini diduga kiriman provinsi lain. Karena arah angin itu dari Lampung, mengarah ke Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi dan menuju ke Riau dan Sumut. Berbatasan Jambi dan Sumsel itu ada Taman Nasional Sembilang yang sedang terjadi Karhutla," pungkasnya.