Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Udara Malam Pekanbaru Bikin Sesak Nafas

Kualitas-Udara-Sangat-Tidak-Sehat-Udara-Malam-Pekanbaru-Bikin-Sesak-Nafas.jpg
Indeks kualitan udara Kota Pekanbaru mencapai skala sangat tidak sehat pada Selasa, 15 September 2026 sore. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Langit Pekanbaru masih dibayangi buruknya kualitas udara. Pada Selasa, 15 September 2026 sore, indeks kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau berada pada level sangat tidak sehat, dengan AQI mencapai 218.

Kondisi ini sejalan dengan tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang tercatat mencapai 142,8 µg/m³ pada pukul 18.00 WIB.

Situasi lebih mengkhawatirkan terpantau di sejumlah titik. Berdasarkan pemantauan stasiun kualitas udara secara real-time, kawasan Panam mencatat angka AQI⁺ yang sangat tinggi, yakni mencapai 682. Sementara itu, di Kecamatan Tenayan Raya mencatat AQI⁺ sebesar 273.

Tingginya indeks kualitas udara tersebut terutama dipengaruhi konsentrasi PM2.5, yakni partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 142,8 µg/m³. Angka ini membuat kualitas udara kota berada dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan indeks AQI⁺ US yang tercatat.



Pada waktu yang sama, suhu udara Pekanbaru berada di kisaran 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 5 km/jam dan kelembapan 50 persen.

Memburuknya kualitas udara ini terjadi di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi persoalan di Riau dan Pulau Sumatera. 

Dengan tingginya konsentrasi PM2.5, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang dapat menyaring partikel halus juga dapat menjadi langkah perlindungan saat masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.

Kondisi udara Pekanbaru pun perlu terus dipantau karena indeks kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi angin, cuaca dan sumber polusi di sekitar kota.

Data pukul 18.00 WIB menunjukkan satu hal yang jelas kualitas udara Pekanbaru sedang tidak bersahabat. Bahkan, Panam mencatat angka AQI⁺ yang jauh lebih tinggi dibandingkan titik pemantauan lainnya.