Asap Makin Mengkhawatirkan, Pemko Pekanbaru Kembali Liburkan Siswa dari Sekolah

Wali-Kota-Pekanbaru-Akan-Telusuri-Kasus-Narkoba.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring bagi peserta didik menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru. Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16-18 September 2026.

Keputusan itu diambil setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru, Selasa, 15 September 2026.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan penerapan PJJ dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang telah mencapai angka 220 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

“Mempertimbangkan prediksi BMKG curah hujan yang belum turun sampai hari Jumat, maka mulai besok melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” kata Agung.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik dari potensi gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara dan paparan kabut asap.



Pemko Pekanbaru juga membuka kemungkinan memperpanjang pelaksanaan PJJ apabila kondisi udara belum menunjukkan perbaikan.

Agung menyebut, jika kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat, PJJ berpotensi diperpanjang hingga akhir pekan atau sampai Minggu, 20 September 2026.

“Kita lihat perkembangan kualitas udara. Kalau belum membaik, tentu akan kita pertimbangkan untuk diperpanjang,” ujarnya.

Meski belum ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru, Agung tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran.

“Masyarakat kita imbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan sampai kondisi udara yang sudah tidak sehat ini semakin memburuk,” tegasnya.

Pemko Pekanbaru, lanjut Agung, akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca bersama instansi terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.