RIAU ONLINE, PEKANBARU - Perempuan dewasa yang tidak pernah hamil memiliki resiko tinggi terkena kanker indung telur atau kanker Ovarium, dibandingkan perempuan yang pernah hamil dan melahirkan.
Hal ini dibenarkan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Eka Hospital Pekanbaru, dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH, Kamis 10 September 2026.
Ia menjelaskan, resiko kanker ovarium dapat menjadi lebih tinggi dikarenakan perempuan yang tidak pernah hamil, tidak pernah berhenti mengalami menstruasi. Sehingga, indung telur terus bekerja tanpa jeda dan bisa membentuk sel kanker.
"Wanita yang tidak pernah hamil memiliki resiko kanker indung telur/ovarium lebih tinggi karena indung telurnya terus bekerja tanpa jeda," ujarnya.
Ia menjelaskan, resiko ini harus diwaspadai terutama bagi perempuan yang memegang prinsip "childfree" atau tidak ingin melahirkan anak.
Menurutnya, meskipun resiko menjadi lebih tinggi, bukan berarti perempuan yang tidak pernah melahirkan akan mendapatkan kanker Ovarium. Pasalnya ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan sel kanker terbentuk.
"Tidak semua wanita yang tidak melahirkan akan mengalami kanker Ovarium. Sebelum kanker terbentuk, langkah pencegahan juga bisa dilakukan sejak sekarang, mulai dari rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan hingga gaya hidup sehat," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga tidak membenarkan apabila ada perempuan yang ingin mengangkat rahimnya yang sehat untuk menerapkan gaya hidup childfree.
"Itu tidak benar dan tidak diperlukan. Mengangkat organ atau bagian tubuh yang sehat, dapat menyebabkan kerusakan yang tidak diperlukan bagi tubuh secara menyeluruh. Jadi kalau mau childfree dan terhindar dari kanker Ovarium, yang diperlukan adalah rutin memeriksakan diri dan menjaga gaya hidup sehat," pungkasnya.

