Tim RAGA Plus Polda Riau Kembali Disorot Saat Karhutla Masih Terjadi

Launcin-Tim-RAGA-Plus.jpg
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, meluncurkan Tim RAGA Plus (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Nama Tim RAGA Plus sempat mencuat sebagai salah satu strategi Polda Riau dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menjaga lingkungan hidup di Provinsi Riau.

Tim yang diluncurkan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan pada 11 Juni 2025 itu kala itu digadang-gadang memiliki peran khusus dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla.

Tim itu dibentuk oleh Dansat Brimob Polda Riau dan beranggotakan personel Brimob yang memiliki kemampuan khusus serta dukungan fisik untuk menjalankan tugas di lapangan.

Tim RAGA Plus sendiri sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari langkah strategis Polda Riau dalam menangani persoalan lingkungan hidup dan kehutanan.

"Tim ini juga memiliki kemampuan khusus karena didukung oleh fisik mereka," ujar Herry saat peluncuran Tim RAGA Plus di Riau, Rabu, 11 Juni 2025.

Saat ini, persoalan karhutla di Riau belum benar-benar selesai. Api masih muncul di sejumlah daerah, lahan gambut masih terbakar, sementara petugas gabungan harus berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman RiauOnline, hingga Kamis, 10 September 2026, sejumlah wilayah yang mengalami karhutla di Riau masih belum padam. 



Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kamis, 10 September 2026 mengatakan, pemadaman masih berlangsung di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

"Tim Manggala Agni masih melaksanakan operasi pemadaman di beberapa lokasi karhutla yang sampai saat ini belum padam," kata Ferdian

Tidak banyak informasi terbuka mengenai lokasi operasi Tim RAGA Plus, berapa banyak titik yang telah dipetakan, apa saja temuan di lapangan, berapa assessment yang telah dilakukan, maupun rekomendasi apa yang kemudian dihasilkan.

Ketika pertama kali diperkenalkan, Herry Heryawan menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup dan kehutanan tidak bisa ditangani oleh satu institusi saja.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait hingga masyarakat.

"Kita hadir bersama-sama seluruh stakeholder untuk memitigasi masalah lingkungan hidup dan kehutanan," kata Herry.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Tim RAGA Plus sejak awal ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni bagian dari upaya Polda Riau menghadapi persoalan lingkungan dan kehutanan.

Ketika diluncurkan, Kapolda Riau menyebut keberadaan tim tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Semua yang ada dan hadir di tengah masyarakat harus dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Herry.

Kalimat tersebut menjadi penting untuk kembali diingat ketika kabut asap, titik api dan ancaman karhutla kembali menghantui sejumlah wilayah.

Publik setidaknya perlu mengetahui apakah Tim RAGA Plus masih aktif, bagaimana struktur dan tugasnya saat ini, wilayah mana yang menjadi fokus, serta apa hasil kerja yang telah dicapai sejak pertama kali dibentuk.