Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Dunia Melonjak

Bahlil-Lahadalia.jpg
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. (ANTARA/Putu Indah Savitri)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Harga minyak dunia naik hingga tembus USD 100 per barel. Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga untuk kebutuhan BBM untuk masyarakat menengah ke bawah tetap dijaga.

Adapun harga minyak dunia pada penutupan perdagangan Kamis, 10 September 20206 melonjak lebih dari 6 persen. Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik USD6,42 atau 6,34 persen menjadi USD107,63 per barel. 

Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) jenis West Texas Intermediate (WTI) naik USD6,43 atau 6,69 persen menjadi USD102,48 per barel.

Bahlil mengatakan, dirinya terus melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan atas arahan Presiden Prabowo. 

"Selalu melakukan dan mengikuti secara seksama terhadap berbagai dinamika perkembangan global. Khususnya menyangkut dengan hargaminya dunia yang tidak menentu," kata Bahlil, dikutip dari Kumparan, Jumat, 11 September 2026.



"Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," tegas Bahlil.

Bahlil menjelaskan fluktuasi harga minyak dunia memang bukanlah hal yang mudah diatasi. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan untuk tetap menjaga harga BBM subsidi salah satunya dengan menambahkan anggaran subsidi.

"Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan menambah anggaran subsidi, saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan," ujarnya.

Bahlil juga menjelaskan bahwa sampai akhir tahun sebenarnya harga BBM subsidi masih aman. Hal ini karena rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sampai September menurutnya masih ada pada kisaran USD 85 sampai 90 per barel.

"Sekalipun sekarang sudah menjadi USD 106 sampai 108 per barrel (minyak dunia)  tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar USD 85 sampai USD 90. Jadi masih overall masih oke," kata Bahlil.

Adapun ICP Agustus 2026 naik ke level USD 89,43 per barel. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia sepanjang Agustus 2026 karena faktor geopolitik. Kenaikan terjadi sekitar USD 7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level USD 81,68 per barel.