RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah menganggarkan Rp5,9 triliun untuk mendukung program Magang Nasional (MagangHub) 2026 dan pelatihan vokasi. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program ini untuk meningkatkan kompetensi serta daya saing tenaga kerja Indonesia.
"Tadi (program) magang (nasional) kami mendapatkan tambahan dana Rp 4,2 triliun, pelatihan vokasi kami mendapatkan tambahan dana Rp1,7 triliun, ya baru bulan lalu," ujar Yassierli, dikutip dari Liputan6.com, Rabu, 29 Juli 2026.
Yassierli menuturkan, pemerintah memperkuat program pelatihan vokasi sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui peningkatan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Yassierli mengatakan, pemerintah menargetkan 300.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang didukung tambahan anggaran sebesar Rp1,7 triliun. Program tersebut mencakup berbagai keterampilan konvensional, seperti pengelasan, perbengkelan, reparasi pendingin ruangan, dan elektronika.
Selain keterampilan konvensional, Kementerian Ketenagakerjaan juga mulai mengembangkan pelatihan berbasis teknologi, seperti smart operation, smart farming, dan smart building. Durasi pelatihan disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan, mulai satu hingga dua bulan, sedangkan pelatihan pengelasan dapat berlangsung hingga enam bulan.
Yassierli menuturkan, lulusan pelatihan pengelasan dari balai-balai pelatihan Kemnaker memiliki prospek kerja yang tinggi, bahkan telah banyak diminati perusahaan luar negeri dengan kisaran gaji mencapai puluhan juta rupiah per bulan sebagai operator welder.
Program pelatihan vokasi tersebut dilaksanakan melalui 42 balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan dengan melibatkan balai pelatihan pemerintah daerah agar jangkauan layanan semakin luas dan kesempatan peningkatan kompetensi dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
"Semoga ini membuktikan bahwa pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan, Pak Presiden (Prabowo Subianto) kita ingin membangun SDM yang unggul. Ini (kuota) 300.000 (pelatihan vokasi) coba tanya di negara lain ada nggak juga program pelatihan vokasi untuk 300.000 orang," ujar Yassierli.

