Awali Liga 2 dengan Kekalahan, PSPS Janji Bangkit dan Curi Poin

Pelatih-psps-Akhyar-Ilyas.jpg
Pelatih kepala PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas (Istimewa)

RIAU ONLINE, SEMARANG - PSPS Pekanbaru harus mengawali perjalanan di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027 dengan hasil kurang maksimal. Bermain pada laga perdana, Askar Bertuah harus mengakui keunggulan lawannya, PSIS Semarang dengan skor tipis 2-1 setelah pertandingan berlangsung sengit dalam waktu 2x45 menit

Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, menilai pertandingan perdana tersebut berjalan cukup menarik. Kedua tim dinilai sama-sama tampil terbuka dan berusaha mencari celah untuk menciptakan peluang.

Menurut Akhyar, anak asuhnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan dan menunjukkan respons positif setelah lebih dulu tertinggal pada babak pertama.

"Pertandingan hari ini cukup menarik. Kedua tim saling serang," ujar Akhyar Ilyas usai pertandingan, Jumat, 11 September 2026 malam.

PSPS sempat berada dalam situasi sulit ketika harus kecolongan lebih dahulu. Namun, skuad Askar Bertuah tidak tinggal diam. Mereka mampu bangkit dan mencetak gol penyama kedudukan sehingga pertandingan kembali berlangsung ketat.

Akhyar menyebut keberhasilan menyamakan skor menjadi salah satu momentum kebangkitan PSPS. Bahkan, memasuki awal babak kedua, timnya kembali menunjukkan permainan yang lebih baik.

"Kita kurang beruntung di babak pertama, kita sempat kecolongan dulu dan alhamdulillah kita bisa menyamakan kedudukan," jelasnya.

"Dan sebenarnya di awal-awal babak kedua kita juga sudah sempat bangkit," sambung Akhyar.



Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan PSPS hingga akhir pertandingan. Beberapa kesalahan kecil yang dilakukan pemain akhirnya harus dibayar mahal.

Akhyar menilai kesalahan-kesalahan tersebut memberikan ruang bagi lawan untuk kembali mencetak gol dan mengubah jalannya pertandingan.

"Lagi-lagi kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi akhirnya PSPS bisa menciptakan gol," lanjut mantan Pelatih Persiraja Banda Aceh itu.

Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi Akhyar dan jajaran tim pelatih. Apalagi, pertandingan pertama di kompetisi selalu memiliki tekanan tersendiri karena menjadi awal perjalanan panjang PSPS dalam menghadapi persaingan Liga 2 musim ini.

Akhyar mengakui pertandingan perdana bukan laga yang mudah. Menurutnya, kedua tim sama-sama harus beradaptasi dengan atmosfer kompetisi dan berusaha mendapatkan hasil terbaik.

"Secara keseluruhan pertandingan hari ini memang pertandingan perdana yang tidak mudah juga untuk kedua tim," jelasnya.

Meski harus pulang dengan tangan hampa, Akhyar memastikan hasil pertandingan tersebut akan menjadi bahan evaluasi. PSPS masih memiliki perjalanan panjang dan sejumlah pertandingan berikutnya yang harus dijalani.

"Kita pikir ini menjadi bahan evaluasi buat kita untuk pertandingan ke depannya," tutup Akhyar

Sementara itu, pemain PSPS Pekanbaru, Viery Donny, juga mengakui pertandingan tersebut berlangsung menarik. Namun, ia menyayangkan timnya belum mampu mendapatkan hasil sesuai harapan.

Menurut Viery, para pemain sebenarnya telah berusaha memberikan penampilan terbaik di atas lapangan. Kekalahan tersebut diharapkan tidak membuat semangat tim menurun untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

"Ya, pertandingan untuk hari ini menarik ya. Sayang tim PSPS harus kalah," ujar Viery Donny.

Viery berharap PSPS mampu segera bangkit dan memperbaiki kekurangan yang terlihat pada laga perdana. Ia juga menegaskan para pemain akan berusaha lebih keras agar dapat membawa pulang poin pada pertandingan berikutnya.

"Dari kami pemain, semoga nanti di pertandingan ke depan kami bisa mencuri poin," tutupnya.