Rasa Aman Mulai Hilang, Warga Pekanbaru Takut Keluar Malam Akibat Begal

Rasa-Aman-Mulai-Hilang-Warga-Pekanbaru-Takut-Keluar-Malam-Akibat-Begal.jpg
Ilustrasi maraknya aksi begal di Pekanbaru (Ilustrasi AI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Maraknya aksi begal yang terjadi di Kota Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mengaku waswas untuk beraktivitas pada malam hari, terutama mereka yang harus pulang kerja larut malam atau bepergian seorang diri.

Kekhawatiran tersebut ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial, salah satunya di kolom komentar akun TikTok @tyadonita yang membahas aksi begal yang menimpa seorang ibu rumah tangga di Jalan Teropong, Kecamatan Tuah Madani.

Berbagai komentar bermunculan, mulai dari rasa takut hingga harapan agar aparat kepolisian meningkatkan patroli malam guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Salah seorang warganet dengan akun Cin* mengaku memilih menunda perjalanannya ke Pekanbaru karena khawatir dengan situasi keamanan saat ini.

"Aku takut ke Pekanbaru, padahal aku ada urusan. Aku tunggu paksu saja pulang kerja di luar kota," tulisnya.

Komentar senada juga disampaikan akun ad* yang mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di malam hari.

"Terkhusus buat perempuan, jangan keluar sendirian, lagi marak begal," tulisnya.

Sementara itu, akun purna* berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli di titik-titik yang dinilai rawan terjadi aksi kriminal.

"Kalau bisa polisi patroli malam ke jalan-jalan. Kami masyarakat kecil takut maraknya begal," ungkapnya.

Rasa khawatir juga diungkapkan akun Chu* yang menilai keamanan di Pekanbaru perlu menjadi perhatian serius.



"Pekanbaru sudah tidak aman, jangan keluar larut malam. Heran Polda Riau ini jarang patroli beberapa pekan ini," tulisnya.

Adapula akun KA* yang berharap negara tidak kalah dengan pelaku kejahatan jalanan.

"Negara jangan mau kalah sama begal. Setiap daerah ada polisi, TNI, Polsek dan Polres," tulisnya.

Harapan agar pelaku segera ditangkap juga disampaikan warganet lainnya.

"Polisi harus bertindak secepatnya," tulis akun Mak*.

Sedangkan akun zahi* optimistis kasus tersebut dapat segera diungkap apabila aparat bergerak secara maksimal.

"Kalau serius polisi, bisa atasi ini," tulisnya.

Maraknya komentar tersebut menunjukkan tingginya perhatian sekaligus keresahan masyarakat terhadap aksi kriminal jalanan yang belakangan kembali terjadi di Pekanbaru. 

Banyak warga berharap keamanan kota dapat segera dipulihkan sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa takut ketika beraktivitas, terutama pada malam hari.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu rumah tangga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal di Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Senin, 27 Juli 2026 dini hari.

Korban dipepet oleh tiga pelaku yang menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya sepeda motor miliknya dibawa kabur.

Menanggapi kejadian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Ipda Zamroni Herman, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap identitas para pelaku.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap ketiga pelaku. Sejumlah barang bukti juga sedang kami kumpulkan untuk mengungkap identitas maupun keberadaan mereka," ujar Ipda Zamroni Herman.

Ia menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus tersebut dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku maupun kejadian serupa agar segera melapor kepada pihak kepolisian.

Di sisi lain, masyarakat berharap pengungkapan kasus tidak hanya berakhir pada penangkapan pelaku, tetapi juga diikuti dengan peningkatan patroli di kawasan yang dinilai rawan tindak kriminal. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan rasa aman bagi warga Pekanbaru yang setiap hari harus beraktivitas hingga malam hari.