Doa dan Penghormatan Iringi Purna Bhakti 6 Personel Brimob Polda Riau

Purna-Bhakti-6-personel-Brimob.jpg
Upacara Tradisi Pelepasan Purna Bhakti 6 personel Brimob Polda Riau, Jumat 10 Juli 2026 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru menyelimuti Markas Satuan Brimob Polda Riau saat enam personel terbaik Korps Brimob resmi dilepas memasuki masa purna bhakti melalui Upacara Tradisi Pelepasan Purna Bhakti, Jumat 10 Juli 2026.

Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian panjang para personel yang telah menuntaskan tugasnya sebagai anggota Polri.

Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, serta para pejabat utama Satbrimob Polda Riau.

Enam personel yang memasuki masa purna bhakti yakni Kompol (Purn) Pariscan Nainggolan, Kompol (Purn) Djidji Hurodji, Kompol (Purn) Suharsono, Kompol (Purn) Tatang Tarsidin, AKP (Purn) Kasiran dan Iptu (Purn) Untung Purwanto.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh makna. Di awali dengan pengalungan bunga, penyerahan buket bunga dan cendera mata, penyampaian kesan dan pesan, foto bersama, hingga tradisi Gerbang Pora sebagai simbol penghormatan terakhir dari keluarga besar Satuan Brimob Polda Riau kepada para purnawirawan.

Dalam sambutannya, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas, dedikasi, dan pengorbanan yang telah diberikan para personel selama bertugas di Korps Brimob.



"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Satuan Brimob Polda Riau, saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas setiap pengorbanan, keringat, dedikasi, bahkan air mata yang telah dipersembahkan untuk institusi," ujar Ketut Gede Adi.

"Semoga seluruh amal pengabdian menjadi ladang keberkahan dan menginspirasi generasi penerus Brimob untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," sambungnya

Ia menegaskan bahwa masa purna bhakti bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada bangsa dan negara. 

Menurutnya, para purnawirawan tetap memiliki peran penting di tengah masyarakat melalui pengalaman dan keteladanan yang telah dimiliki selama bertugas.

"Purna bhakti bukanlah akhir dari pengabdian. Pengabdian hanya berubah bentuk. Ketika seragam dilepas, semangat untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara harus tetap hidup," jelasnya.

Dansat Brimob juga mengajak seluruh personel yang masih aktif menjadikan momen tersebut sebagai motivasi untuk terus menjalankan tugas dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, sehingga kelak dapat mengakhiri masa dinas dengan kehormatan yang sama.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi Gerbang Pora yang mengiringi langkah terakhir para purnawirawan sebagai anggota aktif Korps Brimob. 

Dengan iringan doa dan penghormatan dari seluruh keluarga besar Satbrimob Polda Riau, keenam purnawirawan kemudian diantar menuju kediaman masing-masing.

"Tradisi Pelepasan Purna Bhakti ini menjadi simbol penghargaan institusi kepada personel yang telah mendedikasikan pengabdiannya selama bertahun-tahun, sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai Brimob akan terus melekat meski masa dinas telah usai," pungkasnya.