Hujan Bakal Kembali Selimuti Langit Riau, Tapi 22 Titik Panas Masih Jadi Ancaman

Ilustrasi-hujan11.jpg
Pengendara kehujanan (Istimewa via Suara.com)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Jumat, 10 Juli 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah bakal diguyur hujan yang disertai petir dan angin kencang.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R. menjelaskan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang telah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir sejak pagi.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari," ujarnya.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir pada siang hingga sore.

Memasuki malam hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hilir.



Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari di sebagian wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Sementara itu, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23-34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55-100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.

"Tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran," jelasnya.

Selain itu, BMKG mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan menjadi 22 titik.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, 22 titik panas tersebar di Kabupaten Rokan Hilir dengan sembilan titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, dan Kabupaten Pelalawan satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau 22 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota," ujarnya Anggun.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani.