Markarius Anwar Ungkap Langkah Pemko Pekanbaru Cegah Perilaku LGBT

Wakil-Wali-Kota-Pekanbaru-Markarius3.jpg
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sejumlah program sebagai upaya pencegahan dan penanganan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Langkah tersebut dilakukan melalui pembinaan, penyuluhan, hingga penertiban dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan sejak bulan lalu untuk menyusun dan menjalankan program tersebut.

"Bulan lalu kita sudah koordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk ini. Program-program sedang berjalan," kata Markarius, Kamis 9 Juli 2026.



Menurut Markarius, Pemko Pekanbaru bersama sejumlah stakeholder berkomitmen menjalankan berbagai langkah pencegahan yang dinilai dapat menekan perilaku tersebut di tengah masyarakat.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru untuk melakukan penertiban di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat terjadinya praktik asusila serta penyebaran HIV/AIDS.

"Kemarin juga saya sudah suruh Satpol PP Pekanbaru untuk melakukan penertiban-penertiban tempat yang berisiko terjadinya penularan HIV/AIDS, dan tindak asusila LGBT, apalagi bapak presiden sudah menetapkan LGBT sebagai ancaman nasional," ujarnya.

Markarius menilai perilaku tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara terpadu melalui pendekatan penegakan aturan sekaligus pembinaan kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Pemko Pekanbaru juga menggandeng para mubaligh dan organisasi dakwah untuk memperkuat edukasi melalui kegiatan keagamaan.

"Kami juga mengundang para mubaligh, organisasi dakwah agar mereka dapat aktif membantu kita dalam pembinaan masyarakat, khususnya membahas materi tentang LGBT di masjid-masjid dan dalam khutbah Jumat," pungkasnya.