Aktual, Independen dan Terpercaya


Ini Pola Narkoba Internasional Masuk Melalui Perairan Bengkalis

Kasat-Narkoba-Polres-Bengkalis-AKP-Syahrizal.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ANDRIAS)

Laporan: ANDRIAS

RIAUONLINE, BENGKALIS - Meskipun sudah dilakukan pengepungan secara maksimal, di wialayah pesisir sumatera tetap saja para bandar narkoba mencari celah untuk meloloskan barang haram masuk ke daratan Sumatera.

Baru-baru ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau kembali berhasil menggagalkan kurir narkoba yang akan memasukkan barang haramnya dengan jumlah besar di Kabupaten Siak.

BNNP menggagalkan sebanyak 30 kilogram narkotika jenis sabu di Maredan Kabupaten Siak. Dari keterangan BNNP Riau barang haram tersebut berasal dari pelabuhan tikus Bengkalis.

Kondisi pelabuhan tikus hampir di sepanjang Pulau Bengkalis dan Rupat sejak beberapa bulan terakhir dalam pengawasan ketat Satnarkoba Polres Bengkalis. Bahkan intensitas pengawasan mulai dari pesisir pantai Simpang Ayam sampai Sekodi Pulau Bengkalis diawasi secara maksimal.

"Namun tetap saja pengedar jaringan narkoba internasional ini juga punya pola teroganisir dan berubah ubah dalam melakukan aksinya. Apalagi pelabuhan tikus yang ada di Pulau Bengkalis dari Simpang Ayam hingga Sekodi memang cukup panjang, pola mereka berpindah-pindah dalam menyeludupkan barang haram ini," kata Kasatnarkoba Polres Bengkalis AKP Syahrizal kepada RIAUONLINE.CO.ID Rabu 4 September 2019 diruang kerjanya.

Saat ini kata Syahrizal, Pola yang digunakan para bandar ini memang masih dengan pola jaringan terputus. Ada dua peranan kurir yang digunakan dalam pendistribusian narkoba melalui jalur internasional Selat Melaka.

"Sandi mereka menyebut kurir itu sebagai becak, ada becak laut dan becak darat. Becak laut ini yang melansir barang haram dari perbatasan Malaysia menuju Pulau Bengkalis. Kemudian becak darat melansir dari pulau Bengkalis menuju daratan Sumatera," ujar Kasat.

Jaringan antara becak laut dan becak darat ini sangat banyak, selama ini upaya dalam pemberantasan kebanyakan hanya di sebelah becak darat saja. Sementara becak laut selalu selamat dari suatu pengungkapan besar.

"Kita sendiri sudah berupaya dalam melakukan pengungkapan langsung memutus satu jaringan dengan menangkap becak daratnya. Kemudian mengembangkan sampai ke becak lautnya, ini yang kita lakukan pada pengungkapan 7 kilogram di Rupat beberapa waktu lalu, sehingga satu jaringan bisa betul betul habis," ungkap Syahrizal.

Meskipun demikian Kasat Narkoba mengakui, pengendali narkoba ini, tidak hanya memiliki satu jaringan saja dalam pendistribusian narkoba dari Malaysia melalui Selat Melaka. Namun untuk mengungkap seluruhnya butuh kerja keras waktu dan keterlibatan semua pihak terkait dalam pemberantasan narkoba.

Syahrizal menjelaskan saat ini pintu masuk utama narkoba di perairan Bengkalis masuk melalui perbatasan Indonesia tepatnya di daerah Boya Patah. Di mana perbatasan tersebut sekitar dua jam dari pesisir Pulau Bengkalis dan sekitar satu setengah jam dari Malaysia tepatnya dari Distrik Batu Pahat.

"Pada perbatasan ini, antara becak laut Malaysia dengan Becak Laut Indonesia melakukan transaksi pengambilan barang haram tersebut. Polanya becak laut dalam menjemput barang haram dengan menggunakan speedboat berkecepatan tinggi untuk sampai ke lokasi tersebut," terang Kasat.

Setelah berhasil melakukan transaksi barang haram ini di bawa ke Pulau Bengkalis biasanya dengan dua pola. Bisa dibawa langsung oleh becak laut menggunakan speedboat atau menitipkan dengan nelayan untuk sampai ke darat.

"Yang menjadi kendala waktu transaksi mereka di perbatasan cenderung berubah ubah, dan tidak menentu, sehingga pengintaian sulit dilakukan secara maksimal diperairan," terang Kasat Narkoba.

Saat ini Satnarkoba Polres Bengkalis terus melakukan upaya meminimalisir masuknya narkoba melalui Selat Melaka ini dengan melakukan patroli rutin. Di mana waktu patroli yang ditentukan secara berkala.

Selain itu pihaknya juga memasang jaringan atau mata mata sendiri dalam mengawasi pelabuhan tikus yang ada dan dicurigai sebagai pintu masuk.

"Kita juga bekerjasama dengan Polair Polres Bengkalis, dengan memanfaatkan FKPM Perairan dalam mengawasi peredaran narkoba," pungkasnya.