RIAU ONLINE - Skandal korupsi sistematis yang menyeret Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer turut mempertaruhkan hak dan nyawa buruh. Ada praktik yang menjadikan keselamatan para pekerja sebagai ladang pemerasan di balik kasus ini.
1. Biaya Sertifikat K3 'Disulap' 20 Kali Lipat
Biaya resmi yang seharusnya dibayarkan oleh seorang pekerja atau perusahaan untuk mendapatkan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hanyalah Rp275 ribu. Namun, para oknum menggelembungkan secara fantastis, menjadi Rp6 juta.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap proses pengajuan sertifikat mereka akan sengaja dihambat, dipersulit, atau tidak diproses sama sekali, jika menolak membayar "uang pelicin" ini.
Bagi para pekerja, angka Rp6 juta setara dengan dua kali lipat Upah Minimum Regional (UMR) mereka, sebuah beban yang sangat mencekik.
2. Kerajaan Pungli Ini Raup Total Rp81 Miliar
Parahnya, praktik lancung ini diduga telah beroperasi secara sistematis sejak tahun 2019, sebagaimana dilansir dari Suara.com, Minggu, 24 Agustus 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, sindikat ini berhasil mengumpulkan dana haram dengan total nilai yang fantastis, yaitu mencapai Rp81 miliar.
Wamenaker Immanuel Ebenezer diduga menerima aliran dana sebesar Rp3 miliar pada Desember 2024. Tapi itu hanya sebagian kecil dari total kue korupsi.
Angka ini mengindikasikan bahwa ada jaringan besar yang terlibat, mengubah divisi yang seharusnya melayani publik menjadi mesin pencetak uang ilegal.
3. Buruh dan Perusahaan yang Keselamatannya Diperjualbelikan
Di balik angka-angka fantastis itu, ada korban nyata, yakni para buruh dan perusahaan, terutama skala kecil dan menengah.
Mereka dihadapkan pada pilihan yang mustahil. Membayar pungli berarti mengorbankan modal usaha yang terbatas. Tidak membayar berarti proyek terancam berhenti dan pekerja tidak memiliki perlindungan K3 yang layak.
Akhirnya, nyawa yang dipertaruhka. Ketika sertifikasi K3 hanya menjadi selembar kertas yang bisa dibeli tanpa proses yang benar, standar keselamatan di tempat kerja berpotensi besar diabaikan. Setiap rupiah hasil korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanat melindungi pekerja Indonesia.
4. Ironi Sang Mantan Panglima Relawan 'Pro-Wong Cilik'
Immanuel Ebenezer, ebelum menjabat sebagai Wamenaker dikenal sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), salah satu organ relawan paling vokal yang mengklaim berjuang untuk kepentingan 'wong cilik' atau rakyat kecil.
Penetapannya sebagai tersangka dalam kasus pemerasan yang korbannya adalah kaum buruh menjadi sebuah ironi yang menyakitkan.
Ini menampar citra yang selama ini ia bangun dan menjadi pertanyaan besar tentang integritas para elite politik yang menduduki jabatan publik atas nama rakyat.

