Jelang HUT ke-74 Bhayangkara, 3 Kapolres Dicopot, Ini Indentitasnya!

Panglima-TNI-dan-Kapolri2.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Sebanyak 3 Kpaolres dicopot jelang perayaan HUT ke-74 Bhayangkara. Ketiganya dicopiot dalam rangka pemeriksaan. Ketiga perwira menengah iru berasal dari Polda Aceh dan NTT.

Satu di antara Kapolres yang dicopot adalah Kapolres Aceh Tengah AKBP Nono Suryanto SIK. Nono dicopot dari jabatannya dan harus dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri.

Pencopotan Nono Suryanto tertuang dalam telegram Kapolri Idham Azis yang melakukan mutasi jabatan 27 perwira tinggi dan perwira menengah kepolisian republik Indonesia (Polri).

Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1786/VI/KEP./2020 tertanggal 24 Juni 2020. Telegram ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudhi Hermawan.

Nono dicopot dari Kapolres Aceh Tengah dalam rangka pemeriksaan internal. Belum diketahui penyebab pencopotan dan pemeriksaan yang dilakukan Polri.

"AKBP Nono Suryanto Kapolres Aceh Tengah Polda Aceh dimutasikan sebagai pamen yanma Polri (dalam rangka pemeriksaan)," begitu bunyi salinan Surat Telegram tersebut, Kamis 25 Juni 2020.
Tidak hanya Nono yang dimutasi dalam rangka pemeriksaan, total ada tiga kapolres yang dicopot dan jalani pemeriksaan di Mabes Polri.

Dua lagi Kapolres Gayo Lues Polda Aceh AKBP Rudi Setiawan dan Kapolres Alor Polda NTT AKBP Dermawan Marpaung.

Perjalanan Karir Nono di Aceh

Perjalanan karir Nono Suryanto di kepolisian dimulai di di Aceh pria asli kelahiran Pulau Jawa Bondowoso Jawa Timur itu menjabat sebagai Bawah Kendali Operasi (BKO) pada tahun 2003 silam di Aceh Timur.

Disanalah pria kelahiran Bondowoso 14 November 1976 banyak menyimpan kenangan-kenangan indah tentang Aceh, bahkan pada saat itu Aceh masih dalam situasi darurat.

AKBP Nono Suryanto terlahir dari keluarga Polri, Karirnya adalah Akpol angkatan tahun1999 dan memulai karir di Polda Jawa Barat selama kurang lebih 5 bulan.

Kembali dipercayakan pimpinan setelah ia ajukan bertugas ke daerah Sumatera yaitu Polda Jambi, disana ia turut bertugas selama 4 tahun.

Ia pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Perwira Ilmu Kepolisian, setelah lulus ia pun kembali bertugas di Polda Aceh pada tahun 2005. Ia dipercayakan sebagai Kasat Intel Polres Langsa selama kurang lebih 3 tahun 4 bulan lamanya.

Ia menilai, di Langsa ia bertugas cukup lama dan menyimpan banyak cerita serta kenangan-kenangan tersendiri, Ia menyebut lamanya ia bertugas disana karena tidak ada gantinya ketika itu.

Setelah Pangkat Kompol/Mayor bergulir, Ia pun dipercayakan kembali sebagai Kabag Ops polres Aceh Tamiang. Kurang lebih ia bertugas selama 1 tahun setengah.

Usai menjabat sebagai Kabag Ops Polres Aceh Tamiang, ia kembali diamanahkan menjabat sebagai Wakapolres Aceh Tengah kurang lebih selama satu tahun.

Perputaran pun kembali dilakukan, ia turut dipercayakan bertugas sebagai Wakapolres Langsa kurang lebih selama satu tahun enam bulan. Usai dari situ, ia pun bersiap untuk melanjutkan pendidikan.

Setelah lulus mengenyam pendidikan, AKBP Nono Suryanto S.IK kembali dipercayakan di Polda Kalimantan Timur.

Usai bertugas di Kaltim, dia lalu diperjaya menjadi Kapolres Aceh Tengah.

Dalam memimpin Polres Aceh Tengah, AKBP Nono Suryanto dinilai cukup tegas. Ini terlihat saat memimpin pemecatan terhadap anggota polri inisial ER dengan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), sesuai keputusan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Nomor Kep/128/IV/2020.

Polisi ER dinilai sering bolos kerja sehingga dinilai layak menerima ganjaran dipecat dari Polri. Artikel ini sudah tebrit di Indozone