Ipda Septian Tendang dan Pukuli 3 Polisi Sampai Semaput, 1 Orang Dibawa ke Rumah Sakit

Ipda-Septian-pukuli-anggotanya.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PADANG-Seorang perwira Polisi, Ipda Septian Dwi Cahyo bikin heboh Polres Padang Pariaman atas aksi kobi yang dilakukannya. Karena kesal 3 personel polisi terlambat, Septian menendang hingga memukul kepala personel pakai ikat pinggang. 

Satu di antaranya  terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.


Hal itu juga dibenarkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setiano. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait adanya penyiksaan terhadap bintara di Polres Padang Pariaman tersebut.


Informasi sementara yang didapat, kata Satake Bayu, ada sebanyak tiga Bintara yang disiksa karena terlambat hadir untuk apel. 

“Penyampaian kapolresnya tiga orang (Bintara) ini terlambat datang apel, sehingga dilakukan tindakan. Yang pasti, akan ada sanksi dan proses (untuk senior). Apakah langsung atau akan sidang disiplin dulu, itu pihak polres yang akan memberikan sanksi,” ujar Satake Bayu kepada Langkan.id, Rabu 25 Maret 2020.


Tiga Bintara yang diduga disiksa itu, menurut Satake Bayu, merupakan lulusan tahun 2019. Seorang diantaranya memang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Tapi, lukanya apa, kita juga belum tahu,” ungkapnya. 

Dia mengaku, hingga saat ini Polda Sumbar belum mendapatkan data lengkap seorang perwira yang menyiksa tiga orang juniornya tersebut. “Jabatannya pastinya, kita belum tahu. Saya masih menunggu data. Intinya, kami di internal telah menindaklanjuti yang bersangkutan,” katanya.


Lalu, terkait video penyiksaan yang tersebar di media sosial, kata Satake Bayu, penyebar video tersebut juga akan diberikan sanksi. 
Diketahui sebelumnya, sebuah video seorang perwira polisi berpangkat Ipda memberikan hukuman dengan melajangkan ikat pinggang ke tiga orang bintara beredar di media sosial. Diketahui, peristiwa itu terjadi di Polres Padang Pariaman.


Perwira berpangkat Ipda tersebut bernama Septian Dwi Cahyo. Sementara, identitas tiga juniornya belum diketahui. Video itu juga di-posting di salah satu akun Facebook bernama Firmansyah Padang TerapiStroke, 25 Maret 2020 sekitar pukul 17.19 WIB.


Posting tersebut juga telah dibagikan ulang oleh 42 akun lainnya serta puluhan komentar. Video berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan Ipda Septian Dwi Cahyo melayangkan ikat pinggang serta menendang tubuh juniornya.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com