Aktual, Independen dan Terpercaya
ÔĽŅ

Usai Shalat Jumat, Ratusan Massa FPI akan Geruduk Kantor Facebook

Demo-FPI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) lain berencana menggelar aksi bertajuk 'Aliansi Tolak Kezaliman'di kantor Facebook, Gedung Capitol Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Januari 2018 siang ini.

Jika sesuai rencana, massa akan berkumpul di Masjid Al-Azhar, Jakarta, dan menjalankan salat Jumat di sana. Usai salat Jumat, massa akan konvoi menuju kantor perwakilan Facebook di Indonesia itu.

Baca juga:

Inilah Cerita FPI Terima Aduan Warga Penistaan Agama Diduga Dilakukan Sony

Aksi FPI Inhu Untuk Palestina Jadi Perhatian Warga

"Jadi untuk pengamanan demo nanti di Gedung Capital, rencananya para pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa setelah shalat di masjid Al Azhar, kemudian konvoi ke lokasi," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin, dikutip dari Merdeka.com.

Berdasarkan informasi, massa berjumlah 100 hingga 200 orang. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan.

"Kita siapkan 6 SSK baik Brimob, Sabhara, Polres, Polsek," ujarnya.

Kepolisian telah mengundang seluruh pihak, kemarin. Hal itu dilakukan agar aksi berjalan aman dan damai.

"Kemarin mengundang pihak gedung, kemudian perwakilan pengunjuk rasa agar pemilik gedung segera menemui ketika memberi penjelasan kami juga sudah imbau ke kelompok pengunjuk rasa untuk tidak anarkis sehingga tidak mengganggu ketentraman orang lain," katanya.

Selain itu, kepolisian telah menyiapkan strategi untuk arus lalu lintas agar demo tak mengganggu para pengguna jalan.

"Tidak ada pengalihan. Nanti tentunya kita upayakan masyarakat tidak terlalu ganggu jalan pembatasan supaya tidak mengganggu arus jalan, nanti kita lihat di lokasi, kita sudah siap barrier, water block sudah siap," katanya.

Demonstrasi tersebut merupakan buntut pemblokiran sejumlah akun Facebook milik FPI dan ormas islam lainnya oleh Facebook. Hal itu dinilai mereka diskriminatif. (1)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id