Veteran Ini Menangis Lihat Warga Tak Pasang Bendera

Ketua-Legiun-Riau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/Suci Aulia)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Seoarang veteran perjuangan kemerdekaan RI Soegirinoto miris dengan sikap ceuk warga Pekanbaru menyambut hari Kemerdekaan RI ke -70 yang jatuh pada 17 Agustus 2015 nanti. Ia melihat banyak sekali masyarakat tidak memasang bendera merah putih di depan rumah atau dipertokoan mereka.

 

Ketua Legiun Veteran Indonesia wilayah Riau ini menilai rasa nasionalisme warga Pekanbaru telah luntur. Warga terkesan tidak peduli dengan makna hari kemerdekaan.

 

"Saya seringkali mau nangis lihat itu," kata Soegiri saat berbincang-bincang bersama RIAUONLINE.CO.ID, Kamis (12/8/2015).

 

Saat ini tutur Soegiri- sapaan akrabnya, sudah sangat jarang pengibaran bendera ketika bulan Agustus datang. Dia prihatin melihat warga yang cuek menyambut hari kemerdekaan. Sangat bertolak belakang dengan negara besar lainnya yang sudah ratusan tahun merdeka, tapi semangat nasionalisme masyarakatnya tetap kuat.

 

Seperti Amerika dia mencontohkan, ketika memperingati kemerdekaan negara, ribuan warganya ikut mengibarkan bendera dengan sangat meriah padahal umurnya sudah ratusan tahun.

 

Berbeda dengan Pekanbaru, meskipun ada warga yang mengibarkan bendera, tapi terkesan setengah hati.

 

"Kalaupun ada yang mengibarkan bendera disini, itu hanya satu-satu saja dan serigkali tiangnya tidak lurus tapi sudah bengkok-bengkok. Kita yang umurnya masih 70 tahun saja sudah malas sekali mengibarkan bendera merah putih. Malah sering kali bendera yang dikibarkan itu bukan warna merah dan putih lagi tapi sudah berubah warna dengan coklat dan krem," tutur veteran yang menetap di Pekanbaru ini.

 

(BACA JUGA: Duarr..Granat Nyoto Tewaskan Pasukan Belanda)

 

Veteran berusia 88 tahun ini pun prihatin adanya pembatasan perayaan 17 Agustus di sebagian kecamatan di Riau. Pemerintah tingkat kecamatan malah membuat kebijakan yang dinilai membatasi ekspresi masyarakat merayakan kemerdekaan. Perayaan hanya boleh dilakukan di kecamatan.

 

"Salah satu kecamatan di Kampar itu ada yang mewajibkan untuk merayakan 17'an di kecamatan saja. Padahal seharusnya tingkat RT pun harus membuat perayaan untuk peringatan hari besar ini. Ini kan salah sekali,"

 

(KLIK JUGA: Harapan Veteran Mengenang Perjuangan Pahlawan Riau) 

 

Ia menghimbau kepada seluruh generasi muda dan masyarakat terutama masyarakat Riau untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme yang sudah mulai luntur dimakan zaman. Ia melihat saat ini sangat jarang sekali ada rumah yang mau mengibarkan bendera pada 17 agustus dan 10 november. Padahal kedua tanggal ini sangat besar sekali nilainya bagi bangsa Indonesia.

(BACA JUGA: Sejarah Pilu Yang Terlupakan di Riau) 

 

“Kita Cuma minta bendera Merah-putih itu dikibarkan dua kali setahun saja. Tapi rasanya kenapa sangat sulit sekali melakukannya. Tak sebanding dengan perjuangan para pejuang dulu yang berperang dengan taruhan nyawa,” ucapnya miris.

 

"Ayo tumbuhkan semangat nasionalisme," dia menambahkan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline