Gadis Cantik Pembawa Bendera Ini Asal Siak

paskibraka.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/SUCHI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sri Lingga Handayani, dialah dara pembawa baki Bendera Merah Putih pada Upacara Bendera Hari Kemerdekaan Republik Indonesiadi halaman kantor gubernur Provinsi Riau, Senin (17/8/2015). Putri Lailiani asal Siak, sukses menjalankan tugasnya dan beruntung mendapat kepercayaan membawa bendera.

 

Kepada RIAUONLINE.CO.ID, Lingga menyatakan rasa senang dan bangganya bisa terpilih sebagai pembawa baki pada upacara di hadapan Plt Gubernur. "Saya sangat bangga bisa membawa bendera di depan Plt Gubernur. Dan tentunya ini kebanggaan juga bagi orang tua saya," ungkap dara kelahiran 31 Agustus, 16 tahun silam ini.

 

(Baca Juga: Pernikahan Bayu Kumbara dan Jennifer Jadi Sorotan Netizen

 

Berdasarkan pengakuannya, Lingga ternyata baru mempelajari bagaimana menjadi Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Ia mempelajarinya selama duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Siak.

 

"Sebelumnya saya belum punya pengalaman Paskibraka. Saya baru belajar Paskibra di SMA saja. Makanya saya tidak terlalu berharap bisa terpilih menjadi pembawa bendera ini," kata Lingga yang mengaku memiliki rasa percaya diri.

 

Sebelum sampai di tingkat provinsi, Lingga menjalani seleksi di sekolah. Lolos di sekolah, ia mengikuti seleksi di tingkat kecamatan dan kabupaten. Untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang Paskibraka, Lingga mendapat semangat dan motivasi dari kakaknya.

 

"Sosok yang menjadi motivasi saya adalah kakak saya sendiri. Dulu dia juga seorang Paskibraka," tutur Lingga.

 

(Klik Juga: Surat Perjanjian Cinta Ala Mahasiswa Ini Hebohkan Pekanbaru

 

Sebagai Paskibraka, Lingga harus menjalani karantina selama 20 hari tanpa bisa bertemu orang tuanya. Dan usai
upacara, Lingga baru bisa bertemu keluarga dan melepas kerinduannya kepada orangtua yang telah menanti dengan bangga.

 

Ibu Lingga, Lailiani pun mengungkapkan rasa bangganya kepada putrinya dengan mata berkaca-kaca. "Saya senang dan bangga dengan anak saya ini. Saya rindu sama dia karena selama 20 hari tidak bertemu karena dikarantina. Hanya dua kali dia sempat menelepon saya," ungkap Lailiani.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline