Tabrakan Truk Angkut Gas vs Grandmax di Jalintim, Kedua Supir Patah Kaki

Tabrakan-Truk-Angkut-Gas-vs-Grandmax-di-Jalintim-Kedua-Supir-Patah-Kaki.jpg
Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Lintas Timur Km 62, Kabupaten Pelalawan, Sabtu, 21 Februari 2026. (Dok. Satlantas Polres Pelalawan)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Lintas Timur Km 62, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Sabtu, 21 Februari 2026 lalu.

Meski begitu, kedua supir dari masing-masing mobil yang bertabrakan mengalami patah kaki dan masih menjalani perawatan di RS Amalia Pangkalan kerinci, Senin, 23 Februari 2026.

Dua kendaraan yang terlibat yakni satu unit Daihatsu Granmax nomor polisi B 9758 BXF dan satu unit Mitsubishi Colt Diesel BM 9083 TZ.

Insiden bermula saat Mitsubishi Colt Diesel membawa tabung gas bertuliskan Kep Meranti yang dikemudikan Andika (35), melaju dari arah Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci. 

Saat melintasi jalan lurus dengan kondisi menanjak di kawasan perkebunan, kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Di waktu bersamaan, dari arah berlawanan datang Daihatsu Granmax yang dikemudikan Hanofka Randani (32). 

Granmax tersebut membawa seorang penumpang, Hayusri (57), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu. Saat hendak mendahului sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya, pengemudi Granmax diduga kurang memperhatikan arus kendaraan dari arah berlawanan. 


Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak dapat dihindarkan. Bagian depan kedua kendaraan bertabrakan keras hingga mengalami kerusakan cukup parah.

"Diduga pengemudi Daihatsu Granmax kurang konsentrasi saat mendahului kendaraan di depannya dan tidak memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan, sehingga terjadi tabrakan," ujar Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, Senin, 23 Februari 2026.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi Granmax, Hanofka Randani, mengalami patah kaki sebelah kanan. 

Sementara penumpangnya, Hayusri, mengalami patah kaki kanan serta luka robek di bagian kening. Keduanya langsung dilarikan ke RS Amalia Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, pengemudi Mitsubishi Colt Diesel, Andika, dilaporkan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka. Lokasi kejadian berada di kawasan perkebunan dengan kondisi cuaca cerah pada siang hari. Arus lalu lintas dilaporkan relatif sepi. 

Jalan beraspal tanpa marka, dengan kontur lurus turunan dan menanjak, yang diduga turut mempengaruhi jarak pandang serta manuver kendaraan.

AKP Tatit mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat hendak mendahului kendaraan lain di jalan lintas yang memiliki kontur menanjak dan tanpa marka jalan.

"Kami mengingatkan para pengendara agar memastikan kondisi aman sebelum mendahului, menjaga konsentrasi, dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Keselamatan adalah yang utama," tegasnya.