Sumbangan Dana Kampanye Masih Didominasi Uang Pribadi Paslon

Pilkada-2020-3.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pasangan calon Kepala daerah masih menjadi penyumbang dana terbesar di gelaran Pilkada serentak di Riau.

Dari lima kategori sumber dana sumbangan kampanye di Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPDSK) menunjukkan para calon masih merogoh koceknya sendiri dalam melakukan kampanye.

34 Paslon yang turun di Pilkada kali ini merogoh tidak kurang dari Rp. 14,3 miliar atau 70 persen dari keseluruhan dana yang terhimpun di LPSDK.

Dalam olahan data Riauonline terlihat Paslon nomor urut empat Rokan Hilir, Afrizal Sintong-Sulaiman mengeluarkan Rp.1,6 miliar.

Berselisih seratus juta, pasangan Adi Sukemi-Muhammad Rais mengeluarkan Rp.1,5 miliar untuk bertarung sebagai Paslon nomor urut empat di Pelalawan.

Namun, ternyata banyak juga Paslon tidak mengeluarkan uang di LPDSK tersebut.

Misalnya dua Paslon memang tidak mendapat sumbangan di LPDSK yakni paslon nomor urut tiga Kuansing yakni Halim-Komperensi dan Paslon nomor urut tiga Pilkada Meranti Mahmuzin-Nuriman.

Selain keduanya terdapat juga Paslon nomor urut satu Bengkalis, Kaderismanto-Sri Barat, namun disokong parpol senilai Rp. 100 juta.

Paling menarik tentu saja Abi Bahrun-Herman yang juga tidak mengeluarkan uang, namun disokong hingga Rp. 2,1 miliar dan Rp. 600 juta dari badan hukum swasta.

Dengan batas maksimal sumbangan perorangan sebesar Rp. 75 juta, artinya dengan menggunakan perhitungan sederhana ada tidak kurang dari 28 orang penyokong pasangan Abi Bahrun-Herman.