PD ABKIN Riau: Guru BK Harus Aktif Edukasi Siswa Bahaya COVID-19

PD-Abkin-Riau.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Lajunya penularan COVID-19 membuat masyarakat menjadi resah dan was-was. Sampai hari ini diberitakan sudah ratusan orang yang terjangkit Virus ini. Setiap harinya selalu bertambah sampai puluhan orang. Virus ini bisa menyerang siapapun tanpa memandang siapa dan di mana. Sampai saat ini diberitakan sudah banyak terkena, mulai dari rakyat biasa bahkan sampai pejabat negara sekalipun.

Pemerintah Pusat sampai dengan pemerintah daerah juga telah membuat berbagai kebijakan untuk segera dapat memutus mata rantai penularan COVID-19, diantaranya mengintruksikan sekolah sampai dengan perguruan tinggi untuk meliburkan proses belajar mengajar, khususnya pada daerah-daerah yang termasuk kategori pandemi di Indonesia yang salah satunya adalah Provinsi Riau.

Di Provinsi Riau, pertanggal 19 Maret 2020 dikabarkan sudah dua orang yang positif terjangkit COVID-19 ini (belakangan Diskes kalrifikasi masih satu, tidak ada penambahan). M. Yunan Rauf selaku Ketua PD ABKIN RIAU menghimbau seluruh Guru BK agar dapat berperan aktif dalam mengontrol dan memberikan pemahaman terhadap siswa dan orangtua tentang virus ini. Siswa perlu diberikan edukasi tentang bahaya dan upaya pencegahan COVID-19 sehingga mereka tidak menyepelekan namun juga tidak panik berlebihan dalam menanggapinya.

"Kita tidak tahu kapan wabah virus ini akan berakhir. Namun, menurut analisis beberapa ilmuwan Virus biasanya dapat bertahan sampai pergantian musim karena setiap pergantian musim potensi virus menjadi lemah. Mudah-mudahan analisis ini benar dan mari kita sama-sama berdo’a Kepada Allah SWT semoga wabah ini segera berakhir. Aamiin," katanya.

Roby Maiva Putra selaku Sekretaris PD ABKIN Riau berharap agar Guru BK dapat sama-sama bahu-membahu dalam memberikan kesadaran dan pemahaman kepada siswa terutama dalam menjalankan arahan pemerintah yaitu membiasakan hidup bersih, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu serta menghindari keramaian untuk sementara waktu.

Dalam melaksanakan ini Guru BK hendaknya dapat memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan teknologi terutama media sosial yang ada sebagai wadah, seperti: whatsapp, telegram, facebook, instagram, zoom, dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar keselamatan menjadi prioritas, namun kontribusi sebagai pelaksana Bimbingan dan Konseling selalu ada dan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. "Mudah-mudahan kita dapat terhindar dari virus ini dan semoga apa yang kita lakukan ini menjadi ladang amal bagi kita semua. Aamin Ya Rabbalalamin," ujarnya. (rilis)

-->