Sudah Dilarang Wali Kota Pegawai Beli Gas 3 Kg, Tapi Tetap Saja Membandel

Tabung-Elpiji-3-Kg-Habis.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru memerintahkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kilogram (kg) (melon) dalam memasak sehari-hari di rumah mereka. 

Larangan tersebut ternyata sudah disampaikan oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, melalui surat edaran maupun imbauan sejak 2015 silam. Namun ternyata, masih ada saja ASN yang membandel dan tetap menggunakannya. 

"Perintah Pak Firdaus (Wali Kota Pekanbaru) jelas, kepada ASN di Pemko Pekanbaru tidak ada lagi alasan menggunakan elpiji bersubsidi," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman di Pekanbaru, Jumat, 15 September 2017. 

Namun, Irba mengakui, sejumlah oknum ASN masih saja membeli tabung gas bersubsidi. Sebelumnya, Pemkot Pekanbaru sempat memberikan toleransi kepada ASN, terutama ibu-ibu membeli elpiji bersubsidi.

Baca Juga: 

20 Pangkalan Gas Melon Di Pekanbaru Kena Sanksi, Jumlah Ini Bisa Bertambah!

Disperindag Tangkap Pengecer Gas Elpiji 3 Kg Dengan 30 Tabung

"Karena yang ada saat itu hanya dua pilihan, 3 kilo atau 12 kilogram. Yang 12 kilogram kan berat, totalnya itu bisa 35 kilogram. Kita toleransilah," ujarnya. 

Sekarang, tuturnya, tidak akan ada lagi alasan serupa, karena telah tersedia Bright Gas dengan berat 5,5 kilogram. Peruntukan gas elpiji bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat secara ekonomi tidak mampu.

Atau dalam arti lain, lanjutnya, masyarakat tidak memiliki pekerjaan tetap, serta penghasilan dibawah upah minimum kota. Selain melarang ASN menggunakan gas bersubsidi, Pemkot turut meminta kepada pangkalan tidak menjualnya kepada pegawai negeri Pekanbaru. 

Sekitar 700 pangkalan yang berada di setiap RT maupun RW, seharusnya mengetahui siapa saja pembeli gas bersubsidi. "Kemudian mereka (Pangkalan gas) memiliki alasan kenapa harus tidak menjual kepada ASN. Jelas peruntukannya bukan untuk ASN, atau masyarakat ekonomi mampu," ujarnya.

Kota Pekanbaru dalam dua pekan terakhir dihadapkan pada masalah kelangkaan gas bersubsidi. Kelangkaan itu disinyalir akibat distribusi elpiji tidak dengan peruntukannya dan permainan antara pangkalan dan pengecer.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id