RIAU ONLINE - Sekitar 100 satwa liar dievakuasi dari enam lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan delapan satwa di antaranya mati.
"Ada delapan satwa dari 100 itu kondisinya mati. Itu ada ular, biawak, kura-kura, termasuk kemarin ada satu ekor orangutan," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi, dikutip dari Suara.com, Rabu, 23 September 2026.
Delapan satwa liar tersebut mati karena berbagai faktor, satu di antaranya disebabkan menghirup asap terlalu banyak.
Ristianto menuturkan satwa yang masih hidup saat ini sudah dibawa ke tempat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan asap karhutla. Bahkan, kata dia, beberapa satwa sudah ada yang dilepasliarkan ke beberapa tempat.
"Ada tujuh orangutan kita sudah lepaskan di Kalimantan Barat," kata Ristianto.
Kendati sudah mengevakuasi banyak satwa, dia meyakini hingga saat ini masih ada satwa-satwa liar yang berada di sekitar lokasi karhutla.
Dia meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan satwa liar yang harus diselamatkan dari lokasi karhutla.
"Kementerian Kehutanan mengharapkan laporan langsung dari masyarakat kalau ada ditemukan satwa. Karena apa? Satwa liar ini enggak bisa kita gegabah menanganinya, karena harus ada treatment-treatment khusus," ujar dia.
Ristianto memastikan Kemenhut akan merespons cepat setiap laporan masyarakat demi memastikan keselamatan para satwa liar.

