RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah setempat pada Agustus 2026 sebesar 4,12 persen atau mencapai 139,83 ribu orang dari total angkatan kerja sebanyak 3,39 juta orang.
Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Riau, Emilia Dharmayanthi mengatakan jumlah penduduk bekerja di daerah setempat bertambah sebanyak 40,34 ribu orang dibanding Agustus 2025.
"TPT Agustus 2026 ini terlihat menurun sebesar 0,04 persen poin dari Agustus 2025 yang sebesar 4,16 persen," katanya di Pekanbaru, Jumat, 6 November 2026.
Penyerapan tenaga kerja lanjutnya masih didominasi oleh sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan Industri. Ketiga sektor tersebut masing-masing menyerap masing-masing 36,22 persen, 16,72 persen, 8,32 persen tenaga kerja Provinsi Riau pada Agustus 2026.
Selain itu jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal maupun informal mengalami peningkatan selama Agustus 2025-Agustus 2026. Pekerja formal meningkat dari 1,54 juta orang menjadi 1,57 juta orang, sedangkan pekerja informal meningkat dari 1,67 juta orang menjadi 1,69 juta orang.
Dikatakannya bahwa seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu termasuk dalam kategori penduduk bekerja. Hal ini sesuai standar International Labour Organization (ILO)
BPS tambahnya membagi penduduk bekerja ke dalam tiga kategori, yaitu pertama pekerja penuh waktu (jam kerja minimal 35 jam per minggu), pekerja paruh waktu (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu, tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain).
Kemudian setengah pengangguran (jam kerja antara 1-34 jam per minggu, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain. BPS Provinsi Riau mencatat Agustus 2026, proporsi pekerja penuh sebesar 64,12 persen, pekerja paruh waktu 26,33 persen, dan setengah pengangguran 9,55 persen.
"Proporsi pekerja penuh pada Agustus 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yaitu dari 64,83 persen menjadi 64,12 persen," ungkapnya.(ANTARA)

