Dicopot Prabowo, Survei CELIOS Tempatkan Purbaya Menteri dengan Kinerja Terbaik

Pemerintah-Incar-Pendanaan-1-Miliar-Dolar-dari-Panda-Bonds.jpg
Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Purbaya Yudhi Sadewa, eks Menteri Keuangan periode 2025-2026 dianggap sebagai menteri dengan kinerja terbaik di masa kepemimpinan Prabowo-Gibran, berdasarkan survei CELIOS.

Survei ini melibatkan 994 masyarakat umum sebagai responden dengan skor mencapai 291 poin untuk Purbaya. Angka ini lebih dari dua kali lipat skor Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang berada di posisi kedua dengan skor 140.

Dikutip dari Suara.com, Senin, 12 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menempati posisi ketiga dengan skor 127.

Namun, setelah tiga nama tersebut, skor para menteri lainnya merosot tajam ke angka dua digit. Kondisi ini menunjukkan bahwa apresiasi publik terhadap kinerja kabinet cenderung terkonsentrasi pada segelintir pejabat.

Sebaliknya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mencatat skor terendah, yakni minus 159. Posisi berikutnya ditempati Menteri HAM Natalius Pigai dengan minus 158 dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan minus 103.



Skor negatif tersebut menunjukkan penilaian buruk terhadap ketiga menteri lebih dominan dibandingkan penilaian positif. Hasil ini juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja kabinet, termasuk kemungkinan perombakan susunan menteri.

Rendahnya penilaian terhadap sejumlah menteri sejalan dengan hasil evaluasi CELIOS terhadap kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan.

Dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, kabinet memperoleh nilai rata-rata hanya 2,9 dari 10 berdasarkan penilaian kalangan ahli. Sementara itu, masyarakat umum memberikan nilai rata-rata 4,7 dari 10.

Dari 129 responden ahli, sebanyak 69% memberikan nilai 1 hingga 3. Rinciannya, 29% memberikan nilai 1, sebanyak 18% memberikan nilai 2, dan 22% memberikan nilai 3.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas ahli menilai kinerja pemerintahan selama dua tahun terakhir masih jauh dari memuaskan.

Penilaian masyarakat umum memang relatif lebih tinggi. Namun, sebanyak 40% responden memberikan nilai 1 hingga 3, dua kali lipat dibandingkan proporsi responden yang memberikan nilai 8 hingga 10, yakni 20%.

Survei penilaian kinerja pemerintahan ini melibatkan 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli.

Adapun survei pemeringkatan kinerja menteri dilakukan setelah perombakan Menteri Keuangan dan sebelum perombakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.