Kapolri Copot Brigjen Prasetijo Utomo Terkait Kasus Djoko Tjandra

Brigjen-Pol-Prasetyo-Utomo.jpg
(Satpolppkalteng.go.id)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Setelah menjalani pemeriksaan di Propam Polri, Brigjen Prasetijo Utomo dicopot Kapolri Jenderal Idham Azis. Kapolri mengeluarkan surat telegram pencopotan yang diteken langsung oleh AsSDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan. 

Surat pencopotan tersebut tertuang dengan nomor ST/1980/VII/KEP/2020. Dalam surat tersebut Brigjen Prasetijo dimutasi dari Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPN Bareskrim Polri ke Pati Yanma Polri. Selain itu, dalam telegram tersebut Brigjen Prasetijo menjalani pemeriksaan. 

Idham Azis Copot Brigjen Prasetijo terkait 'Surat Sakti' Djoko Tjandra  (1)

Surat pencopotan Brigjen Prasetyo Utomo. Foto: Dok. Istimewa


Terkait keputusan ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan, Kapolri berkomitmen penuh untuk menindak tegas anggota Polri yang tak taat aturan. Hal ini juga diterapkan kepada Brigjen Prasetijo Utomo. 

“Komitmen Kapolri, Kakorwas PPNS BJP PU dicopot dari jabatannya,” ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 15 Juli 2020.

Surat Sakti Djoko Tjandra

Djoko Tjandra mendapat ‘surat sakti’ yang dikeluarkan Biro Koordinasi dan Pengawasan PPN Bareskrim Polri.

Surat tersebut tertuang dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020. Surat tersebut diteken Brigjen Prasetijo Utomo. Dalam surat tersebut Djoko diagendakan berangkat pada 19 Juni dan pulang 22 Juni 2020. Namun, hingga saat ini Djoko tak diketahui keberadaannya.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com