APRIL Group Terima Penghargaan Pembangunan Keberlanjutan

APRIL-Group-Terima-Penghargaan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE - Memasuki tahun kelima pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs), aksi nyata perusahaan dalam mendukung agenda global semakin terlihat di berbagai penjuru dunia.

Di beberapa negara, perusahaan mampu menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dan bermanfaat untuk lingkungan disekitarnya berhak menerima penghargaan bergengsi di bidang keberlanjutan, Sustainable Business Awards (SBA).

Dalam penganugerahaan SBA Indonesia 2019 yang digelar Jumat, (21/2/2020), Grup APRIL mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai juara umum atau overall winner.

Produsen serat, pulp dan kertas dengan pengelolaan hutan tanaman industri (HTI) tersebut juga berhasil membawa pulang empat penghargaan lainnya pada malam itu, yakni perusahaan terbaik untuk kategori Best in Strategy and Sustainability Management, Best Stakeholder Engagement and Materiality, Best in UN SDG serta apresiasi khusus untuk kontribusinya dalam UN SDGs 4 – Quality Education (Pendidikan Bermutu).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Suharso Monoarfa, menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung kepada Assistant Director of Sustainability Grup APRIL, Triana Krisandini.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kemajuan yang telah dilakukan APRIL dalam mengimplementasikan komitmen keberlanjutan selama lebih dari lima tahun terakhir,” ucap Triana usai menerima penghargaan.

Triana mengapresiasi penghargaan ini dan mendorong perusahaan untuk terus membangun momentum, melanjutkan perkembangan yang telah dicapai dan bergerak menuju level komitmen keberlanjutan berikutnya.

“Kami berkomitmen penuh terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai bagian dari model produksi-proteksi kami, dimana perkembangan ekonomi dan sosial terintegrasi dengan perlindungan lingkungan yang sesuai dengan tujuan dari Pemerintah Indonesia dan SDGs,” ujar Triana.

Sementara, Presiden Indonesia Business Council Sustainable Development, Shinta Kamdani mengatakan, tujuan keberlanjutan tidak akan bias diraih tanpa masukan dan peran aktif sector swasta.

“Swasta memiliki sumber daya manusia, keahliankhusus, teknologi canggih dan inovasi. Inilah mengapa apresiasi seperti SBA inimenyoroti berbagai cara bagaimana sector swasta menerapkan keberlanjutan dalam operasi mereka," kata Shinta.

Sustainable Business Awards (SBA) adalah penghargaan yang diberikan kepada pelaku bisnis di seluruh dunia atas kontribusinya meningkatkan kesadaran praktik bisnis berkelanjutan terbaik.

Ini juga sekaligus menunjukkan bagaimana bisnis bertanggung jawab dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, lingkungan, serta seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, SBA rutin diadakan di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Di Indonesia, SBA diselenggarakanoleh Global Initiatives denganmenggandeng PwC, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE). Tahun ini merupakan penyelenggaraan SBA ke-7 kalinya di Tanah Air.

Sebagai informasi, Grup APRIL berkomitmen terhadap bisnis berkelanjutan, transparansi, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keunggulan ini membawa Grup APRIL menjadi salah satu pelopor penerapan SDGs dalam bisnis dari sector swasta.

Bekerjasama dengan PwC dan UNDP sejak 2018, Grup APRIL menetapkan tiga tujuan utama (core goals) dan empat tujuan katalis (catalytic goals) SDGs yang terkait langsung dengan operasional perusahaan.

Core goals tersebut yakni: Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan), 13 (Perubahan Iklim), dan 15 (Ekosistem Darat) dan empat catalytic goals lainnya: Tujuan 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), Tujuan 4 (Pendidikan Bermutu), Tujuan 6 (Akses Air Bersih dan Sanitasi), sertaTujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapa iTujuan).

Aksi nyata Grup APRIL dalam menjalankan komitmennya terhadap lingkungan tercermin dalam proyek restorasi dan konservasi perusahaan. Salah satunya adalah Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang bertujuan melindungi dan merestorasi hutan gambut di Semenanjung Kampar.

Mencakup area seluas lebih dari dua kali Singapura, proyek yang telah dijalankan APRIL sejak 2013 ini sejalan dengan SDGs Tujuan 13 (Perubahan Iklim) dan SDGs Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Darat).