Menhut: Cara Paling Efektif Padamkan Karhutla ya Hujan

Raja-juli-di-jambi.jpg
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di sela peninjauan karhutla di Jambi, Selasa 25 Agustus 2026. (Dok Kemenhut)

RIAU ONLINE, BERAU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengakui bahwa metode paling efektif untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini adalah hujan.

Hal tersebut disampaikan Raja Antoni saat meninjau langsung kondisi karhutla di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ia menyebut rekayasa cuaca menjadi pilihan utama di tengah musim kemarau yang ekstrem.

"Cara yang paling efektif untuk memadamkan itu ya hujan. Kalau ada hujan alam alhamdulillah, tapi karena memang musim kemarau biasanya tidak ada hujan," kata Raja Juli, dikutip dari Suara.com, Kamis, 27 Agustus 2026.



Raja Juli mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah gencar melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah-daerah yang masih memiliki potensi awan hujan.

Ia juga menyoroti tantangan berat penanganan karhutla tahun ini akibat fenomena El Niño yang sangat kuat. Raja Juli menyamakan intensitas kekeringan saat ini dengan peristiwa besar pada 2015 yang menghanguskan jutaan hektare lahan.

"Apalagi sekarang masuk El Nino sangat kuat, ini sama dengan 2015. Kalau kita melihat referensinya itu sebenarnya ini kekuatan El Nino ini sama dengan 2015," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya mitigasi sejak awal tahun. Raja Antoni menyebut OMC sudah dijalankan sejak Januari guna membasahi daerah-daerah gambut di sejumlah provinsi rawan untuk meminimalkan risiko kebakaran saat puncak kemarau tiba.