Presiden Instruksikan Pembuatan Bor Air Sebelum Lokasi Hotspot Menjadi Firespot

Prabowo-pimpin-rakor-di-riau.jpg
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Senin 24 Agustus 2026 (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan pembuatan bor air atau sumur bor di lokasi hotspot atau titik panas di Provinsi Riau. Hal ini sebagai penanganan dini atau langkah antisipasi apabila hotspot menjadi fire spot atau titik api. 

Instruksi ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan karhutla di Riau, Senin, 24 Agustus 2026.

"Jangan nunggu jadi titik api, segera saja ambil tindakan dini. Segera saja bor air di 300an titik panas itu. Begitu ada hotspot, langsung bikin bor air, jangan sampai jadi titik api," ujarnya.

Jumlah hotspot ini berdasarkan laporan dari BPBD Riau yang melaporkan terdapat 306 hotspot yang terdeteksi di Riau pada 23 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah terkonfirmasi menjadi kebakaran yang tersebar di empat kabupaten.



Tujuh titik kebakaran ini berada di Pelalawan sebanyak 1 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik dan Kampar 2 titik. Kebakaran dengan luasan cukup besar saat ini berada di Kabupaten Pelalawan, khususnya kawasan Kerumutan, serta Kabupaten Kampar.

BPBD mendata luas lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 sudah mencapai 16.277,5 hektar. Sementara total hotspot yang terdeteksi mencapai 10.514 titik, dengan 521 titik di antaranya telah terkonfirmasi menjadi kebakaran.

Sebagian besar titik kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan. Saat ini masih terdapat tujuh titik di empat kabupaten dengan total luasan terbakar sekitar 900 hektar.

Diantaranya di Kerumutan, Pelalawan, luasan terbakar sekitar 700 hektar. Sementara di Rimbo Panjang, Kampar, sekitar 10 hektare. Sisanya tersebar di sejumlah lokasi lainnya.

Adapun Karhutla tahun ini, menurut data BPBD diperparah dengan fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan kerawanan kebakaran di sejumlah wilayah.