Personel Brimob Perkuat Kesiapsiagaan, Latih Penggunaan Portabel Breathing Apparatus

Personel-Brimob-Perkuat-Kesiapsiagaan-Latih-Penggunaan-Portabel-Breathing-Apparatus.jpg
Satuan Brimob Polda Riau saat bertugas memadamkan karhutla di Riau. (Dok. Brimob Polda Riau)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Satuan Brimob Polda Riau terus memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan, termasuk situasi yang membutuhkan perlindungan pernapasan. 

Salah satunya dilakukan melalui pelatihan penggunaan Portabel Breathing Apparatus (PBA) di Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. 

Kegiatan dipimpin Kabag Ops Satbrimob Polda Riau AKBP Rivana Wahdi, dan diikuti personel sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dalam menggunakan peralatan pendukung keselamatan.

Dalam pelatihan itu, personel diberikan pemahaman mengenai tata cara penggunaan PBA secara tepat, aman, dan efektif. 

Pembekalan tersebut menjadi penting karena peralatan perlindungan pernapasan dapat digunakan saat personel menjalankan tugas di lingkungan yang memiliki risiko terhadap keselamatan maupun kondisi udara yang membahayakan.



Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan peningkatan kemampuan personel tidak boleh berhenti pada kemampuan dasar, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam penguasaan berbagai perlengkapan pendukung tugas.

"Setiap personel harus memahami dan mampu menggunakan perlengkapan pendukung tugas dengan benar. Kesiapan bukan hanya ditunjukkan melalui kekuatan personel, tetapi juga melalui kemampuan, kedisiplinan, serta penguasaan peralatan yang digunakan di lapangan," ujar Kombes Pol I Ketut, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, penguasaan peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang profesionalisme personel ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.

Ia juga meminta seluruh personel mengikuti setiap pembekalan dengan serius dan disiplin. 

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, personel diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas sekaligus mampu meminimalkan risiko keselamatan saat berada di lapangan.

“Setiap pembekalan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Tujuannya bukan sekadar mengetahui cara menggunakan peralatan, tetapi memastikan personel benar-benar siap dan mampu mengoperasikannya ketika dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.