Ekspedisi Merah Putih Presisi Dimulai, Siap Jaga Persatuan di Wilayah Terluar Riau

kapolda-melepas-tim-ekspedisi.jpg
Pelepasan Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi di Mapolda Riau bersama Forkopimda Riau, Sabtu, 1 Agustus 2026 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang akan menjalankan misi pengabdian ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Riau. 

Pelepasan tersebut ditandai dengan apel yang dipimpin langsung oleh jenderal bintang dua lulusan Akpol 1996 itu di Halaman Upacara Mapolda Riau, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Irjen Herry menegaskan bahwa ekspedisi tersebut bukan sekadar perjalanan simbolis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri untuk menjangkau masyarakat hingga wilayah paling terluar.

Menurutnya, Riau memiliki posisi yang sangat strategis karena memiliki wilayah pesisir, kepulauan, serta kawasan terluar yang menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menyebut keberagaman masyarakat yang dimiliki Riau menjadi modal besar dalam memperkuat persatuan bangsa.

"Riau adalah rumah kita bersama. Keberagaman yang kita miliki merupakan kekuatan untuk menjaga persatuan. Sementara wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan terluar menjadikan Riau memiliki posisi strategis dalam menjaga ruang hidup dan kedaulatan bangsa," ujar Irjen Herry.

Berangkat dari semangat tersebut, Polda Riau menginisiasi Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi kehadiran Polri hingga pelosok negeri.

"Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar untuk mendengar aspirasi masyarakat, memperkuat persatuan, menjaga lingkungan, dan mendorong kemandirian masyarakat," jelas jenderal bintang dua itu.

Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau akan menjangkau 17 desa yang berada di kawasan 3T melalui delapan tim, didukung 45 kendaraan operasional dan melibatkan 81 relawan mahasiswa.

Irjen Herry menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan memberi stigma terhadap suatu daerah, tetapi memahami kondisi nyata masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.

"Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat," tegasnya.

Selama ekspedisi, berbagai kegiatan sosial dan lingkungan akan dilakukan, mulai dari penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan mesin ketinting bagi masyarakat pesisir, bantuan sepeda motor untuk Polsek di wilayah terluar, penyaluran bantuan sosial hingga dialog langsung bersama masyarakat.

Menurut Irjen Herry, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kehadiran Polri sekaligus membangun kepercayaan masyarakat sebagai fondasi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).



"Melalui penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan mesin ketinting, sepeda motor kepada Polsek terluar, bantuan sosial serta dialog bersama masyarakat, kita ingin memperkuat kehadiran Polri sekaligus membangun kepercayaan sebagai pondasi terwujudnya kamtibmas yang kondusif," katanya.

Ekspedisi tersebut mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan." Tema tersebut, menurut Kapolda, mencerminkan semangat membangun kolaborasi lintas sektor dalam menjaga bangsa dan lingkungan.

"Kegiatan Ekspedisi Merah Putih ini mengusung tema Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan. Inilah proses kita bersama untuk menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai perjuangan yang sudah didirikan oleh para pejuang kita. Kebersamaan bukan saja institusi Polri, tetapi juga bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Herry juga menyampaikan pesan Kapolri kepada seluruh personel yang tergabung dalam ekspedisi agar benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka dan memberikan solusi nyata.

"Bapak Kapolri berpesan agar seluruh tim melaksanakan tugas dengan semangat turun ke lapangan, temui masyarakat, dengarkan aspirasi mereka, pahami kebutuhannya, dan hadirkan solusi yang benar-benar sesuai dengan kondisi di setiap wilayah," ujarnya.

Ia juga meminta seluruh tim membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, nelayan, hingga unsur TNI dan pemerintah daerah.

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan di masyarakat.

"Lakukan deteksi dini terhadap setiap potensi permasalahan. Jangan menunggu persoalan membesar, tetapi hadir lebih awal bersama masyarakat untuk mencari solusi," pesannya.

Tak hanya berbicara mengenai keamanan, Irjen Herry turut menegaskan bahwa pengabdian Polri juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Menurutnya, Riau dianugerahi kekayaan alam berupa hutan, sungai, gambut, mangrove, dan kawasan pesisir yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah pusat saat ini juga tengah mendorong percepatan restorasi mangrove secara nasional melalui kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga.

"Bapak Presiden melakukan restorasi mangrove nasional berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, C4 dan berbagai pihak lainnya. Bapak Presiden Republik Indonesia mengingatkan, apabila pohon berkurang maka kita harus menanam kembali. Pesan ini menegaskan bahwa menjaga alam berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi hari ini dan masa depan," tuturnya.

Nilai tersebut, lanjut dia, menjadi landasan konsep Green Policing yang terus dikembangkan Polda Riau, yakni menghadirkan keamanan yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

"Nilai itulah yang menjadi semangat Green Policing, yaitu menghadirkan keamanan yang selaras dengan pelestarian lingkungan," katanya.

Irjen Herry berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.

"Saya berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di setiap wilayah yang dikunjungi, hubungan Polri dengan masyarakat semakin dekat, semangat kebangsaan semakin kuat, masyarakat semakin sejahtera, dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh," ujarnya.

Ia juga berharap semangat yang dibawa dalam ekspedisi tersebut terus menjadi bagian dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian di masa mendatang.

"Saya berharap nilai-nilai Ekspedisi Merah Putih Presisi terus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan dan dipercaya masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan, lingkungan, dan Riau sebagai rumah bersama."

Di akhir sambutannya, Kapolda menyampaikan harapan agar hasil penanaman mangrove yang dilakukan sepanjang pesisir Riau dapat dinikmati pada pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi tahun berikutnya.

"Mudah-mudahan mangrove yang kita tanam di pesisir, sepanjang dari Kabupaten Rokan Hilir sampai Kabupaten Indragiri Hilir, bisa kita lihat kembali pada Ekspedisi Merah Putih Presisi tahun 2027," tutupnya.