Udara Masih tak Sehat, Kepulan Asap Pekat Muncul di Pusat Kota Pekanbaru

Kepulan-asap-di-pusat-kota.jpg
Kepulan asap pekat muncul dari pembakaran di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis, 17 September 2026 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Asap pekat akibat pembakaran muncul di kawasan pusat Kota Pekanbaru saat kualitas udara kian memburuk. Sumber asap tersebut diduga dari lahan sekitar fly over, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis, 17 September 2026.

Asap putih pekat terlihat membumbung tinggi dari lahan sekitar pukul 13.23 WIB. Kepulan asap kemudian terbawa angin hingga ke arah badan jalan dan mengganggu pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Kondisi itu sontak menjadi perhatian warga di sekitar lokasi. Pasalnya, masyarakat Pekanbaru saat ini masih dihadapkan dengan kondisi kualitas udara yang terganggu akibat asap karhutla.

Kemunculan asap dari lahan yang terbakar di tengah kota pun dinilai semakin memperburuk kondisi yang sudah dikeluhkan masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat kepulan asap bergerak mengikuti arah angin dan menyebar ke sekitar kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Sejumlah pengendara yang melintas mengaku kesal karena masih adanya aktivitas pembakaran lahan di tengah kondisi udara yang sedang dipenuhi asap.

"Sudah jelas ada bencana kabut asap, malah ditambah," ujar seorang pengendara motor, Rizal.



Rizal mengaku terganggu dengan asap yang muncul dari lahan tersebut. Menurut dia, pembakaran lahan di tengah kota membuat kondisi udara buruk, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dan berkendara.

Ia juga menyayangkan masih adanya pihak yang melakukan pembakaran lahan ketika kabut asap sedang menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat.

"Saya kesal, kondisi sekarang sudah berasap, malah ada yang membakar lahan lagi. Asapnya terbawa angin ke jalan," kata Rizal.

Keluhan serupa disampaikan pengendara lainnya. Shinta mengaku heran karena pembakaran lahan masih terjadi di kawasan perkotaan, bahkan di sekitar salah satu ruas jalan utama Kota Pekanbaru.

"Kok masih saja ada orang yang membakar lahan, di pusat kota lagi," ujar Shinta.

Menurut Shinta, kepulan asap yang masuk ke kawasan jalan cukup mengganggu pengendara. Selain mengurangi kenyamanan, asap yang terbawa angin juga membuat pandangan dan kondisi perjalanan menjadi kurang nyaman.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah kondisi kabut asap yang sebelumnya sudah menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah lainnya di Riau.

Pembakaran lahan di kawasan perkotaan juga berpotensi menambah kepulan asap yang berada di udara. Karena itu, masyarakat berharap aktivitas pembakaran lahan dapat segera dihentikan dan pihak berwenang menelusuri sumber api di lokasi tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui oknum yang melakukan pembakaran lahan tersebut. Belum diketahui pula tindakan dari aparat berwenang terkait pembakaran lahan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

Identitas pelaku maupun motif pembakaran juga masih belum diketahui. Penanganan terhadap lahan yang terbakar serta langkah aparat selanjutnya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terlebih ketika Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Riau tengah menghadapi persoalan kabut asap.