RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar apel pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II yang akan bertugas di seluruh satuan wilayah (satwil) jajaran.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, sebagai bentuk komitmen pengamanan proyek infrastruktur strategis di wilayah tersebut di Mapolda Riau.
Mengusung tema “Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi”, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran aparat dalam memastikan kelancaran pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam amanatnya, Brigjen Hengki Haryadi menegaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi memiliki nilai strategis dan simbolis bagi kemajuan daerah.
"Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan konektivitas tinggi, tetapi juga mengandung makna simbolis yang mendalam bagi kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Riau," ujar Brigjen Hengki, Rabu, 15 April 2026.
Jenderal bintang satu itu menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan membuka akses antarwilayah serta mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.
Oleh karena itu, setiap potensi gangguan terhadap proyek harus diantisipasi secara serius.
"Setiap gangguan dan hambatan terhadap keamanan proyek ini harus kita tangani dengan serius, profesional, dan terukur, demi mendukung pembangunan infrastruktur bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Sebanyak 120 personel diterjunkan dalam Satgas ini, yang terdiri dari berbagai satuan di lingkungan Polda Riau.
Komposisinya meliputi sekitar 70 persen personel dari Polda Riau, serta dukungan dari satuan lain termasuk Polair yang mencapai 20 persen, dengan penugasan dilakukan secara terpadu di lapangan.
Pada tahap II ini, pengamanan difokuskan pada pembangunan 83 jembatan yang dilaksanakan secara bertahap dalam dua gelombang.
Gelombang pertama mencakup 44 jembatan yang akan dikerjakan mulai 15 April hingga 15 Mei 2026.
Sementara gelombang kedua sebanyak 39 jembatan dijadwalkan berlangsung dari 16 Mei hingga 16 Juni 2026.
Hengki menekankan bahwa pola pengamanan harus adaptif terhadap dinamika di setiap tahapan pembangunan.
"Pola pengamanan yang kita laksanakan harus mampu menyesuaikan dengan dinamika di setiap tahapan pekerjaan serta mampu mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang mungkin timbul," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel Satgas agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Ia meminta seluruh anggota menjaga kesehatan, profesionalisme, serta integritas selama bertugas.
"Saya berpesan kepada seluruh anggota satgas, jaga kesehatan, jaga profesionalisme dan integritas, jaga kondisi fisik dan mental, serta jaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar," pesannya.
Menutup arahannya, Wakapolda Riau menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh personel mampu menjalankan tugas dengan baik serta kembali dalam keadaan selamat.
"Saya percaya dengan tekad yang kuat dan semangat kebersamaan, rekan-rekan akan mampu menyelesaikan tugas ini dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Kami di sini mendoakan keselamatan serta keberhasilan rekan-rekan," tutupnya.

