RIAU ONLINE, JAKARTA - Dunia usaha masih khawatir dengan bahan baku yang terganggu akibat eskalasi perang antara AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam mengatakan, gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik mulai terasa di dalam negeri.
"Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga zaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, ya," kata Bob, dikutip dari Kumparan, Rabu, 15 April 2026.
Bob bahkan menyebut bahwa saat ini para pelaku usaha mulai khawatir dan belum bisa memastikan keberlanjutan produksi dalam satu hingga dua bulan ke depan.
"Kita nggak tahu nih, April atau Mei kita masih bisa produksi atau enggak. Ini situasi yang kita hadapi saat ini," ujarnya.
Menurut Bob, salah satu contoh yang kini terjadi di lapangan adalah kelangkaan bahan baku plastik. Kondisi ini membuat harga melonjak dan berisiko menghentikan produksi di sejumlah industri.
Bob menjelaskan plastik merupakan komponen penting, terutama bagi industri makanan dan minuman sebagai bahan kemasan. Kelangkaan ini pun sudah mulai dirasakan oleh banyak pelaku usaha.
"Sebagai contoh, bahan baku plastik sudah enggak ada, sudah langka. Padahal yang namanya makanan, minuman itu pakai plastik," ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, pengusaha berharap dampak terhadap tenaga kerja dapat ditekan. Apindo juga meminta pemerintah memberikan kemudahan dari sisi regulasi, khususnya dalam perizinan impor guna menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi serta melemahnya daya beli.
"Role-nya pengusaha itu harus bisa meng-absorb kenaikan dengan meningkatkan produktivitas. Role-nya pemerintah melakukan debirokratisasi, ya, izin-izin dipermudah. Role-nya pekerja, pekerja sama dengan pengusaha untuk mengantisipasi hal seperti ini," pungkasnya.

