RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Salah satunya melalui pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Fungsional Kesehatan yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah tenaga kesehatan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Provinsi Riau. Momentum ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan profesionalisme serta kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.
Pada kesempatan itu, dr. Yani, yang selama ini dikenal sebagai salah satu dokter senior di Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, resmi dilantik sebagai Pejabat Fungsional Kesehatan pada jenjang jabatan yang lebih tinggi.
Pelantikan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, pengalaman, serta pengabdian panjang yang telah diberikan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan di Lapas Pekanbaru.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Maizar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional bukan sekadar agenda administratif, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada para tenaga kesehatan yang telah menunjukkan kompetensi dan integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, jabatan fungsional memiliki peran strategis dalam memastikan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan berjalan dengan baik, profesional, dan berorientasi pada kemanusiaan.
"Pelantikan ini merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi, dedikasi, dan kinerja saudara selama ini. Sumpah jabatan yang telah diucapkan bukan hanya seremonial, tetapi merupakan komitmen moral untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas, kejujuran, serta tanggung jawab," ujar Maizar.
Maizar juga menambahkan, tenaga kesehatan di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran yang sangat vital karena berhadapan langsung dengan kondisi kesehatan warga binaan yang membutuhkan perhatian khusus.
"Peran tenaga kesehatan di pemasyarakatan sangat penting dan strategis. Saudara harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan diberikan secara profesional, manusiawi, dan penuh empati," tegasnya.
Maizar juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan penyakit, pemantauan kondisi kesehatan warga binaan, hingga edukasi kesehatan.
Para pejabat fungsional yang baru dilantik diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pengembangan kompetensi serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
"Teruslah meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi warga binaan," tegasnya.
Sementara itu, dengan dilantiknya dr. Yani pada jenjang jabatan fungsional yang lebih tinggi, diharapkan pelayanan kesehatan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru dapat semakin optimal.
Sebagai dokter yang telah lama mengabdi di lingkungan pemasyarakatan, dr. Yani dikenal aktif dalam memberikan pelayanan medis kepada warga binaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, penanganan penyakit, hingga kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Kehadirannya di Klinik Pratama Lapas Pekanbaru selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan para warga binaan agar tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan.
Melalui pelantikan ini, Kantor Wilayah Ditjenpas Riau kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

