PT Riau Pangan Bertuah Telah Gelar 28 Operasi Pasar Murah di 2026, Stabilkan Harga Bahan Pokok

BUMD-Pangan-Riau-Siapkan-Langkah-Kendalikan-Harga-Sembako-Jelang-Ramadhan.jpg
Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Sepanjang tahun 2026, PT Riau Pangan Bertuah telah melaksanakan puluhan operasi pasar murah di sejumlah daerah di Provinsi Riau sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.

Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyebutkan hingga saat ini pihaknya telah menggelar sebanyak 28 kali operasi pasar murah yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, hingga Pelalawan.

“Per hari ini sudah 28 kali pelaksanaan operasi pasar murah. Besok akan menjadi kegiatan ke-29. Kegiatan ini rutin kami lakukan di beberapa daerah,” ujarnya, Sabtu 14 Februari 2026.

Ade menjelaskan, pelaksanaan operasi pasar tersebut juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah yang terus dipantau pemerintah pusat. Evaluasi bahkan dilakukan secara rutin setiap pekan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.


Menurutnya, sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian utama pemerintah karena kerap mengalami fluktuasi harga di pasaran.

“Komoditas yang terus diingatkan pemerintah antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, telur ayam, dan daging ayam ras. Ini yang sering muncul dalam evaluasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling sering mendapat perhatian karena harga di lapangan masih kerap ditemukan melebihi harga acuan pemerintah.

Kondisi tersebut mendorong PT Riau Pangan Bertuah untuk terus memperbanyak operasi pasar murah agar masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, harga minyak goreng masih sering dijumpai di atas harga yang ditetapkan pemerintah. Karena itu operasi pasar terus kita lakukan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok sepanjang tahun 2026.