RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto peringatkan para politisi agar tak gunakan aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan, dan lembaga penegak hukum lainnya untuk melemahkan lawan-lawan politik.
Prabowo mengaku telah menjamin kepastian hukum (rule of law) yang berlaku di Indonesia untuk menciptakan stabilitas dan memberikan rasa tenang dan aman untuk rakyat.
"Saya bertekad, patuhi hukum! Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik, tetapi tidak boleh ada miscarriage of justice," kata Prabowo, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu, 14 Februari 2026.
"Tidak boleh hukum dipakai alat untuk ngerjain lawan politik. Tidak boleh! Saya tidak mau, dan saya sudah buktikan ya, saya buktikan saya berani abolisi, saya berani amnesti kalau saya merasa ada sesuatu (yang keliru)," imbuhnya.
Prabowo juga mengingatkan jajaran hakim untuk membuat putusan yang tidak dapat memiliki keraguan bahwa itu merupakan putusan yang adil.
"Jadi, pengadilan, kita harus memberi keputusan yang adil, beyond a reasonable doubt. Harus, (dan) tidak boleh ada keragu-raguan sedikit pun," ujarnya.
"Kalau ada (keraguan) kemungkinan bahwa terdakwa itu mungkin tidak bersalah. Kita tidak boleh memberi keputusan yang final kepada mereka itu, dan saya sebagai pemegang mandat dari rakyat, saya bertanggung jawab!" tambah Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut bahwa rakyat membutuhkan aparat penegak hukum yang adil dan menegakkan aturan sesuai hukum yang berlaku.
"Hanya dengan kepastian hukum, kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita. Rakyat kita harus merasa hidup dalam masyarakat di mana pemerintahnya bersih dan adil," tuturnya.
"Saya pelajari sejarah, tidak ada negara berhasil tanpa pemerintah yang bersih dan adil, dan saya bertekad dengan tim saya, kita membangun pemerintah yang bersih dan adil," pungkasnya.

