Kalapas Pekanbaru Gandeng Kemenag untuk Perkuat Pembinaan Mental Spiritual

Kalapas-Pekanbaru-Gandeng-Kemenag-untuk-Perkuat-Pembinaan-Mental-Spiritual.jpg
Kunjungan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru silaturahmi ke Kementerian Agama Kota Pekanbaru pada Sabtu, 14 Februari 2026. (Dok. Lapas Kelas IIA Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. 

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan mental dan spiritual, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik melakukan kunjungan silaturahmi ke Kementerian Agama Kota Pekanbaru.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, beserta jajaran di kantor Kemenag setempat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kolaborasi antarinstansi dalam membangun program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan, merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembinaan warga binaan. 

Menurutnya, perubahan pola pikir dan perilaku tidak hanya dapat dicapai melalui pembinaan keterampilan, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.

"Kami menyadari bahwa pembinaan kepribadian, terutama di bidang keagamaan, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan".

"Melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kota Pekanbaru, kami berharap program pembinaan dapat semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan,"  ujar Yuniarto, Sabtu, 14 Februari 2026.


Yuniarto juga menjelaskan bahwa selama ini Lapas Pekanbaru telah menjalankan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, mulai dari pengajian rutin, ceramah agama, hingga bimbingan rohani lintas agama.

Namun, menurutnya, dukungan langsung dari Kementerian Agama akan semakin memperkuat kualitas dan intensitas pembinaan tersebut.

"Tujuan akhir dari pembinaan di Lapas adalah agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, memiliki kesadaran hukum yang tinggi, serta mampu berkontribusi secara positif. Pembinaan mental dan spiritual menjadi fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial itu," tambahnya.

Yuniarto juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari lamanya masa pidana yang dijalani, tetapi dari sejauh mana warga binaan mengalami perubahan sikap dan pola hidup. 

Yuniarto berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan program-program inovatif yang menyentuh aspek kepribadian secara lebih mendalam.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyambut baik inisiatif tersebut. 

Syahrul menyatakan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral dalam membina umat, termasuk warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan di Lapas.

"Kami menyambut baik silaturahmi dan sinergi ini. Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral dalam pembinaan umat, termasuk warga binaan di Lapas".

"Kami siap mendukung melalui penyediaan penyuluh agama, peningkatan kegiatan keagamaan, serta program pembinaan mental spiritual yang berkelanjutan,” jelas Syahrul.

Menurutnya, pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dan terarah dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran, penyesalan, serta komitmen memperbaiki diri. 

Syahrul juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan persuasif dalam membimbing warga binaan.

"Pendekatan keagamaan harus dilakukan dengan penuh empati dan keteladanan. Harapannya, warga binaan tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi benar-benar menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,"  pungkasnya.